Ketua Umum Muhammadiyah: Negara Islam Harus Bersatu Lawan Israel

BANTUL (UMMAT Pos) — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengapresiasi dan mendukung sikap tegas pemerintah Indonesia terkait kasus kekerasan di Masjid Al Aqsa Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.

“Indonesia mengecam keras, sekali lagi Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa dan juga Indonesia mengecam keras jatuhnya tiga korban jiwa,” kata Presiden Joko Widodo di komplek Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Sabtu (22/7).

Pemerintah juga meminta agar masyarakat internasional dapat membantu penyelesaian konflik dan penjajahan yang masih terjadi di Palestina.

Indonesia, lanjut Jokowi, juga meminta kepada PBB, kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan PBB dapat segera melakukan sidang untuk membahas krisis yang ada di komplek Masjid Al Aqsa.

“Pernyataan presiden itu memperkuat posisi dan peran Indonesia selain bebas aktif tetapi justru pro aktif untuk membela dan menegakan perdamaian,” kata Haedar di komplek kampus UAD, Banguntapan, Bantul, Sabtu (22/7/2017) siang.

Aksi penjajah di Yerusalem itu menurut Haedar sudah merupakan tindakan yang brutal.

Menurutnya persoalan di Yerusalem bukan hanya persoalan satu agama saja, karena Yerusalem adalah kota yang bersejarah bagi tiga agama, Islam, Yahudi dan Kristen.

“Kita berharap kedepan, ini semua agama Islam, Yahudi, Kristen itukan punya sejarah di Al Aqsa tetapi israel tidak menghormati kawasan itu. Ini menjadi pesan untuk dunia ini, bukan lagi soal Islam tetapi juga yang nomor satu kemanusiaan dan yang kedua tidak boleh ada negara yang sewenang-wenang di zaman modern ini, ini bisa bentuk neokolonialisme,” kata Haedar.

Sementara itu terkait dengan langkah Muhammadiyah.

Muhammadiyah disebutkan Haedar akan meminta negara arab untuk menggalang kekuatan negara Islam agar mereka melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menggalang kekuatan kekuatan negara Islam untuk melakukan tindakan yang lebih berani melawan kesewenangan Israel.

“Biarpun kita paham sekarang negara negara arab sedang ada dalam gejolak, kita berharap negara negara Islam di kawasan timur tengah itu harus bersatu dan menyisihkan perbedaan perbedaan sehingga kasus Qatar dan lain sebagainya harus tutup buku selesaikan masalah, hadapi Israel,” kata Haedar. (fm/bs/tribun)

PILIHAN REDAKSI