Catut Nama Universitas Brawijaya, Admin FB Komunitas Gay Dilaporkan ke Polisi

MALANG (UMMAT Pos) — Merespon munculnya komunitas gay yang mencatut nama Universitas Brawijaya Malang, pihak kampus secara resmi akhirnya melaporkan admin dari akun facebook, persatuan gay Universitas Brawijaya ke Polresta Malang.

Ketua Tim Advokasi Universitas Brawijaya Prija Djatmika mengatakan, laporan hukum diharapkan mampu mengungkap serta menindak admin dari akun facebook telah mencatut nama kampusnya.

“Hari ini, kami resmi melaporkan admin dari akun facebook persatuan gay dengan membawa nama Universitas Brawijaya,” ujar Prija di Mapolres Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (24/72017) seperti dikutip detik.

Menurut dia, admin telah melanggar Undang-Undang ITE Pasal 45, dengan mencantumkan nama Universitas Brawijaya. Karena, kampus tidak pernah atau terlibat dalam komunitas atau persatuan itu.

“Dengan pelanggaran Undang-Undang ITE, admin bisa ditindak secara hukum. Polri kami harapkan bisa mengungkap, teroris saja bisa. Masak begini tidak bisa,” kata Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Dikatakan Prija, munculnya grup facebook tersebut telah meresahkan para orang tua serta alumni. Mereka khawatir dengam adanya grup facebook tersebut, akan membawa dampak kepada anaknya saat menimba ilmu di Universitas Brawijaya.

“Tidak betul Unibraw sarang LGBT, kami menolak itu. Dan ingin semua ini ditindak tegas oleh polisi,” tandas Prija.

Sejauh ini, kata dia, kampus tidak menemukan mahasiswa menjadi admin maupun anggota grup komunitas itu. Hanya saja, ada satu mahasiswa, yang diambil fotonya saat mengenakan almamater Universitas Brawijaya dijadikan foto profil salah satu grup.

“Setelah kita cek ternyata, yang bersangkutan tidak ikut atau berkaitan. Dan juga menjadi korban dengan pemasangan foto serta namanya di anggota grup,” beber Prija.

Kini, laporan dengan Nomor LP/663/VII/2017/Jatim/Res MLG Kota tengah ditindak lanjuti petugas untuk dilakukan penyelidikan.

Sementara itu jauh sebelum munculnya akun grup di media sosial itu, Universitas Brawijaya pernah membubarkan sarasehan LGBT yang akan digelar si kampusnya.

“Dulu kami pernah bubarkan, sarasehan LGBT, selain tidak berizin, kampus juga menolak adanya LGBT,” terang Prija.

Prija mengaku, sarasehan itu terjadi sekitar tiga bulan. Penyelenggara akan memanfaatkan aula milik Jurusan Komunikasi yang kemudian dibubarkan oleh dekan.

“Sekitar tiga bulan lalu, kami bubarkan.¬†Masih kita selidiki keterkaitannya, antara sarasehan dengan muncul grup facebook itu. Yang jelas kami (UB) sangat dirugikan,” akunya. (fm/detik)

 

PILIHAN REDAKSI