Jalani Pola Makan Sehat Ala Sunnah Nabi, Simak Resep Panjang Umur Lainnya Dari Nenek Usia 117 Tahun Ini!

KULON PROGO (UMMAT Pos) — Usia Mbah Suparni memang sudah melebihi satu abad, tepatnya 117 tahun. Namun siapa sangka, nenek dua anak, empat cucu, dan enam cicit ini masih terlihat kuat.

Walaupun aktivitasnya terbilang banyak namun porsi makannya tidak banyak. Dia hanya mengonsumsi biskuit yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam teh hangat sebelum dimakan. Wajar, gigi Suparni hanya tinggal satu.

Suparni mengaku tidak pernah makan terlalu kenyang. “Makan itu merupakan keharusan, namun jangan berlebihan,” kata Mbah Suparni seperti dikutip Tabloid Nyata saat bertandang ke rumahnya di RT 34 RW 18, Pedukuhan Sadang, Kelurahan Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo.

Menurutnya, dengan makan tak terlalu kenyang menjadi salah satu rahasia yang membuat hidup lebih dari satu abad.

Pola makan mbah Suparni ini menjadi bukti hikmah ajaran rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lebih dari 14 abad lalu, beliau pernah bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR. Ibnu Majah dishahihkan Albani)

Gaya hidup seperti itu juga membuat Suparni tidak pernah terkena penyakit serius. Hanya sesekali sakit batuk yang biasa diobatinya dengan obat tradisional.

Suparni mengaku pantang meminum obat-obatan kimia. Ia meyakini jika obat-obatan tersebut dapat memberikan efek samping yang akan dibawanya hingga tua.

Supaya tidak gampang sakit, Suparni rajin mengonsumsi jamu yang berasal dari dedaunan, seperti sambiloto.

Ia biasanya membeli jamu di penjual jamu langganannya di Yogyakarta, saat belanja barang dagangan.

Sedangkan, untuk menjaga kualitas matanya, Suparni rutin cuci muka dengan air seduhan daun sirih setiap pagi dan sore.

”Ambil daun sirih enam sampai tujuh lembar, cuci bersih, kemudian seduh dengan air hangat,” ujarnya.

”Setelah dingin, bisa diminum untuk meredakan batuk, cuci muka untuk mempertajam penglihatan, dan sekaligus untuk obat bila sakit mata. Kalau pakai obat mata buatan pabrik pasti nanti ada cirinya (efek samping, red),” imbuh Suparni.

Dari caranya bercerita, siapapun bisa menyimpulkan jika Suparni masih memiliki ingatan yang tajam.

Suparni memiliki cara yang sangat sederhana untuk menjaga kemampuan otaknya, yaitu dengan menghilangkan rasa iri dan dengki dalam hatinya.

”Kalau ada orang yang iri pada tetangga atau temannya yang punya sesuatu, berarti dia temannya setan. Kalau tidak punya, dilarang mengeluh. Kalau diberi rezeki Gusti Allah, jangan lupa berbagi. Jangan menuruti nafsu untuk membeli sesuatu yang kita inginkan, jadi orang itu harus sederhana,” pesannya.

Ungkapan bersahaja namun sarat hikmah ini bagi kita akan semakin dalam maknanya jika merujuk firmanNya berikut:

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32)

[fm/muslim/jpnn]

PILIHAN REDAKSI