Jumlah orang miskin terus meningkat, pemerintah dituntut efektifkan subsidi sosial

Langkah yang dimaksud Darmin, di antaranya adalah bagaimana menyalurkan subsidi bagi masyarakat yang betul-betul berhak. Sehingga tidak ada masyarakat yang dilanggar haknya.

JAKARTA (UMMAT Pos) – Sebuah laporan dari data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah orang miskin di Indonesia per Maret 2017 meningkat 6.900 orang menjadi 27,77 juta jiwa dibandingkan dengan September 2016, yang sebanyak 27,76 juta orang. Pemerintah terus berusaha mengambil langkah-langkah untuk mengurangi angka kemiskinan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui, pertambahan jumlah masyarakat miskin tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret agar bisa menurunkan tingkat kemiskinan yang kian tajam.

“Itu artinya pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih tajam, dan khusus supaya bisa terus menurunkan tingkat kemiskinan,” ujar Darmin ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

Langkah yang dimaksud Darmin, di antaranya adalah bagaimana menyalurkan subsidi bagi masyarakat yang betul-betul berhak. Sehingga tidak ada masyarakat yang dilanggar haknya.

“Antara lain bantuan sosial yang pelan-pelan mulai dikelompokkan, kita satukan. Misal rastra (beras sejahtera), kita ubah, dari bagi beras menjadi membagi uang,” kata Darmin. Walaupun secara teknis tambahnya, “yang diberikan tidak bentuk uang, tapi kartu.”

Intinya, lanjut Darmin adalah bagaimana pemerintah dapat memberikan subsidi yang tepat sasaran. Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah berencana menggabungkan subsidi elpiji 3 kilogram hingga subsidi listrik ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang di dalamnya sudah terdapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Masih banyak subsidi lain yang nanti bantuan sosialnya bisa kita satukan, dan masukan dalam kartu. Intinya bantuan sosial secara bertahap kita satukan. Sehingga yang kena, dan dapat itu orang yang sama (berhak),” kata dia. [fm/viva]

PILIHAN REDAKSI