Wapres JK benarkan langkah Parpol Ramai-ramai Polisikan Victor Laiskodat

JAKARTA (UMMAT Pos) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut langkah sejumlah partai politik (parpol) melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat, ke kepolisian sebagai jalan yang benar.

Victor dilaporkan atas pidatonya di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menyebut empat parpol, yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai partai yang pro-kekhilafahan dan intoleran.

Sejauh ini, dua parpol PAN dan Gerindra, telah resmi melaporkan Victor. PKS juga akan melaporkan pada pekan depan, sementara Demokrat baru sebatas mengeluarkan pernyataan protes.

Menurut JK, langkah hukum adalah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah. JK mengaku tidak ingin parpol-parpol itu justru berseteru di ruang publik atas konflik yang terjadi.

“Ini kan banyak partai yang mengajukan ke polisi. Saya kira itu jalan yang benar, bahwa ada apa-apa, kita proses hukum saja. Jangan konflik lah. Itu proses hukum yang akan menunjukkan,” ujar JK usai memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-17 Universitas Al Azhar Indonesia di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Agustus 2017.

JK secara pribadi mengaku belum melihat secara langsung rekaman video yang menjadi dasar pelaporan kepada pihak kepolisian.

“Tentu saya tidak bisa berkomentar tentang apa yang terjadi sebenarnya. Saya cuma lihat judulnya saja,” ujar JK.

Berikut isi sebagian pidato Victor Laiskodat berdasarkan potongan video yang tersebar di jejaring sosial:

Kelompok-kelompok ekstremis ini mau bikin satu negara lagi, tak mau di negara NKRI. Domo ganti dengan nama khilafah. Ada sebagian kelompok ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran

Catat bae-bae, calon bupati, calon gubernur, calon DPR dari partai tersebut, pilih supaya ganti negara khilafah. Mengerti negara khilafah? Semua wajib solat. Mengerti? Negara khilafah tak boleh ada perbedaan, semua harus solat. Saya tidak provokasi.

Nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh.

Sebagian kalangan bahkan mengkategorikan isi pidato provokatif Viktor sebagai ujaran kebencian seperti disampaikan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid melalui akun twitternya.

PILIHAN REDAKSI