Fahira Idris: Polisi harus seret pelaku pembakaran tukang services ampli ke meja pengadilan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Peristiwa anarki yang dilakukan segelintir warga terhadap sesesorang yang disangka seorang pencuri menghentak batin publik.

Pria yang dibakar hidup-hidup dan akhirnya tewas tersebut justru disinyalir bukan seorang pencuri (masih dalam penyelidikan kepolisian).

korban yang memiliki seorang istri beserta calon anak, dan seorang bocah laki-laki berumur empat tahun itu kini telah tiada, sehingga tidak bisa dikonfrontir kronologi hati nahas tersebut.

Mendengar fakta tersebut, Senator DKI Jakarta, Fahira Idris mengaku menyesalkan dan mengutuk keras peristiwa main hakim sendiri tersebut.

“Dari informasi yang Saya dapatkan menurut penuturan istrinya, beliau akan menjual benda tersebut. Karena takut amplinya hilang, maka ia membawanya ke dalam mushola, namun malah dikira pencuri, dan dihakimi dengan cara yang sangat beradab. Padahal dengan usaha inilah ia menyuapi anak dan istrinya,” tutur Fahira.

BACA JUGA: Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Al-Zahra Zoya Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Anak Yatim dan Keluarganya!

Anggota Dewan Perwakilan Daerah ini berharap pihak kepolisian harus bisa menyerat siapa saja yang terlibat dalam tindakan keji ini ke pengadilan.

“Tindakan main hakim sendiri ini sudah masuk dalam kejahatan luar biasa dan siapapun yang terlibat harus mendapat hukuman berat. Kita semua harus paham betul bahwa Indonesia adalah negara hukum yang memegang teguh azas equality before the law,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Ummat Pos, Ahad, 6/8/2017 siang ini.

Penuntasan kasus ini menurutnya sangat penting sebagai pelajaran bagi semua pihak bahwa siapapun tidak berhak menghabisi nyawa orang lain dengan alasan apapun.

“Saya sangat berharap polisi bisa segera mendapat titik terang dan segera menuntaskan kasus ini,” pungkasnya. (fm/fi)