Pabrik semen di Bolmong Ini pekerjakan ratusan tenaga kerja asal China secara ilegal

BOLAANG MONGONDOW – Ratusan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di PT Conch North Sulawesi Cement, Sulut terancam dideportasi.

Hal tersebut terjadi setelah terungkapnya sejumlah kejanggalan data TKA.

PT Conch ditengarai mempekerjakan ratusan tenaga kerja asal Tiongkok secara ilegal.

”Itu akan menjadi preseden buruk bagi iklim investasi. Nanti investor yang lain seenaknya seperti mereka,” ujar Ketua Pansus PT Conch DPRD Bolmong Yusra Alhabsy.

Ditambahkan, negara ini memiliki aturan yang mungkin berbeda dengan negara asal PT Conch. ”Jadi, mereka harus ikut dan mematuhi aturan di Indonesia,” tutur Yusra seperti dikutip daring Jawa Pos.

Secara terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu Joni Rumagit menyatakan, atas permintaan pansus, pihaknya merilis jumlah warga negara asing (WNA) yang bekerja di perusahaan yang bermasalah dengan Pemkab Bolmong tersebut.

Berdasar data di imigrasi, 550 WNA tercatat bekerja di PT CNSC. Sebanyak 68 di antaranya ternyata belum memiliki dokumen lengkap atau masih ilegal.

Karena itu, dalam waktu dekat, imigrasi melakukan operasi penanganan WNA di situ yang dianggap ilegal.
”Masalah izin tinggal yang belum lengkap. Ada juga dokumen lain yang masih kami minta, tetapi sampai sekarang belum dimasukkan,” jelasnya.

Rumagit menegaskan, WNA di perusahaan semen asal Tiongkok tersebut harus bisa menunjukkan semua dokumen yang dibutuhkan pihak keimigrasian.

”Jika kedapatan ada TKA yang tidak memiliki dokumen atau hanya memiliki paspor wisata kemudian bekerja di PT Conch, kami akan ambil langkah hukum. Yakni, mendeportasi mereka ke negara asalnya dan masuk blacklist,” tegasnya. [fm/jpnn]

PILIHAN REDAKSI