Kembang-kempis kata pak Polisi, begini perkembangan kasus Novel versi polisi

JAKARTA (UMMAT Pos) — Perkembangan penyelidikan kasus Novel menjadi perhatian publik, tidak terkecuali Presiden Joko Widodo. Jokowi bahkan telah memerintahkan Polri segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Polisi bahkan menggandeng Kepolisian Australia (AFP) untuk membantu memeriksa rekaman 3 CCTV di sekitar rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang berkaitan dengan kejadian penyiraman air keras. Selain itu, polisi telah menyebarkan sketsa wajah yang diduga terkait dengan penyiraman air keras ke Novel di seluruh polres agar masyarakat yang mengetahuinya bisa melapor ke polisi.

Meski demikian, tanda tanya besar masih melingkupi pengusutan kasus dugaan penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Teror terhadap penyidik senior ini terus diusut polisi. Begini perkembangan kasus Novel versi polisi.

BACA JUGA: Pria ini sebut ada pihak pengganggu di kepolisian yang hambat penyidikan kasus Novel

Pihak Kabareskrim saat dtemui wartawan tidak menjelaskan lebih rinci tentang perkembangan kasus Novel.

“Oh ada (perkembangan kasus teror Novel Baswedan), kembang-kempis,” jawab Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto seraya tertawa saat ditanya wartawan seputar apakah ada perkembangan kasus teror Novel Baswedan di Bareskrim KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Untuk menindaklanjuti kasus ini, kepolisian hingga kini terus berupaya mencari pelaku penyiraman air keras tersebut. Polisi dan tim dari KPK telah melakukan proses prarekonstruksi insiden tersebut. Bahkan prarekonstruksi ini telah dilakukan berulang kali oleh polisi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai teror sadis tersebut. Ada 59 saksi yang telah dimintai keterangan polisi.

BACA JUGA: Kasus Novel jadi pertaruhan reputasi Jokowi di 2019, kata mantan pimpinan KPK ini

Sementara itu, Novel secara blak-blakan menyebut dugaan ada oknum jenderal di balik teror penyiraman air keras ini. Dia juga meminta keterlibatan tim independen untuk menyelidiki kasus tersebut agar terbebas dari kepentingan-kepentingan pihak tertentu.

Guna menindaklanjuti dugaan Novel itu, polisi meminta Novel menuangkannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Sedangkan untuk pembentukan TGPF, menurut polisi, tim itu tidak diperlukan karena pihaknya melakukan proses penyelidikan sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada. Tapi polisi siap menerima masukan-masukan jika diperlukan.

Lalu, akankah teror Novel terungkap? [fm/det]