Tanggapi kabar pembakaran Joya, Kiai Ma’ruf: binatang saja tak boleh dibakar, apalagi orang

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin angkat bicara menanggapi aksi main hakim sendiri warga Bekasi yang membakar Muhammad Al Zahra (MA).

Aksi yang berujung meninggalnya korban yang dipanggil Joya karena dituduh mencuri amplifier mushalla tanpa proses pengadilan menurutnya merupakan perbuatan menyimpang dari agama.

BACA JUGA: Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Al-Zahra Zoya Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Anak Yatim dan Keluarganya!

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kata Kiai Ma’ruf  tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berbuat kejam seperti itu.

“Cara-cara seperti itu saya kira menyimpang kalau dari agama. Binatang aja tidak boleh dibakar, ada larangannya dari Nabi. Apalagi orang dibakar,” ujar Kiai Ma’ruf kepada wartawan di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (8/8).

Menurut Kiai Ma’ruf, seseorang yang memang berbuat salah pun seharusnya diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara humum. Sementara, hukuman pembakaran terhadap Joya tersebut sangat tidak adil di mata hukum maupun agama.

“Orang salah itu, pertama harus diproses kesalahannya seperti apa. Sementara, kalau misalnya orang dibakar itu kan tidak diproses,” ucapnya. “Hukuman itu tidak boleh terlalu besar, tidak boleh terlalu kecil. Harus adil saja dan setimpal dengan kesalahannya.”

BACA JUGA: Fahira Idris: Polisi harus seret pelaku pembakaran tukang services ampli ke meja pengadilan

Seperti diketahui, belum lama ini Joya tewas dibakar oleh warga setelah diduga mencuri amplifier di Mushalla Al Hidayah, Kampung Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tindakan warga itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak.[]

Sumber: Republika