Pembiayaan proyek LRT diwacanakan terima kucuran dari dana Haji

JAKARTA (UMMAT Pos) – Salah satu proyek infrastruktur yang diwacanakan pemerintah mendapatkan kucuran dana haji adalah proyek Light Rail Transit (LRT), karena diketahui kekurangan dana. Lalu bagaimanakah skema pembiayaannya?

“Kalau LRT, mekanismenya dengan sukuk, masih memungkinkan. Jadi saya sudah sarankan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji, kalau ingin masuk infrastruktur, jangan langsung dulu. Tapi melalui instrumen sukuk untuk proyeknya,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro seperti dikutip viva belum lama ini.

“Bisa (dana haji ke LRT). Sukuknya dikeluarkan oleh proyeknya, itu namanya project financing,” tutur dia saat ditemui di sela acara Indonesia Development Forum (IDF) di Westin Hotel, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Bambang pun mengakui, pengelolaan dana haji perlu legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional (DSN). Saat ini masih disebutkannya sudah payung hukum dari Dewan Syariah Nasional.

“Yang penting instrumen sukuk itu strukturnya sudah sesuai dengan syariah. Itu yang dikeluarkan oleh DSN. Kalau OJK cuma bilang, bahwa surat berharga yang namanya sukuk ini sudah sesuai dengan kriteria sektor keuangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, pengalihan dana haji sebesar Rp96,29 triliun beserta Dana Abadi Umat (DAU) akan diserahterimakan kep/ada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) secara bertahap.

Seluruh dana haji yang tepatnya berjumlah Rp96,29 triliun dan DAU sebesar Rp3,05 triliun, diserahkan Kementerian Agama bertahap pada Agustus dan Oktober 2017 kepada BPKH. [fm/viva]

PILIHAN REDAKSI