Pengamat Hukum: Kematian saksi kunci kasus e-KTP, bisa jadi teror bagi saksi-saksi lainnya

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tewasnya salah satu saksi kunci kasus KTP elektronik, Johannes Marliem, bisa menjadi teror bagi saksi-saksi lainnya dalam kasus serupa. Hal tersebut diungkap Pengamat hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar.

Kematian Johannes, menurutnya mau tidak mau akan dihubungkan dengan orang yang dirugikan oleh keterangannya walaupun belum tentu kebenarannya.

“Kematian saksi ini berpotensi atau bisa menjadi “teror” terhadap mereka yang menjadi saksi-saksi perkara korupsi,” kata Fickar, Sabtu (12/8).

BACA JUGA: Tuai Kecaman, KPK Tak Langsung Tetapkan Tersangka Oknum yang Kembalikan Duit E-KTP

Maka dari itu, menurutnya diperlukan upaya-upaya penegak hukum, khususnya KPK agar para saksi merasa aman dan lebih kooperatif dalam memberikan keterangannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan menurutnya adalah bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

BACA JUGA: Bukan DPR saja, Duit Panas e-KTP Mengalir ke BPK, Kemenkeu dan Kemdagri

“Diperlukan upaya-upaya penegak hukum khususnya KPK untuk melakukan upaya-upaya meminimalisir potensi (saksi merasa diteror) itu. KPK bisa bekerjasama dengan LPSK membuat safe house,” ucap Fickar.

Seperti diketahui, salah satu saksi kunci kasus KTP-El, Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat. Marliem diduga tewas karena bunuh diri di rumah sewaannya di Beverly Grove, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kamis (10/8) pagi waktu setempat. Ia tewas dengan menyisakan luka tembak. [fm/rep]

 

PILIHAN REDAKSI