Sepak Terjang Johanes Marliem, Saksi Kunci Korupsi KTP Elektronik yang Tewas di AS

Nama Marliem yang sebelumnya tak pernah muncul di Tanah Air, kini mendadak jadi sorotan media massa. Terlebih setelah kabar tewasnya saksi kunci kasus KTP Elektronik ini di Amerika.

JAKARTA (UMMAT Pos) — Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (11/8) kemarin juga membenarkan kabar meninggalnya Johanes Marliem, salah satu saksi kunci kasus KTP-El, Johanes Marliem, meninggal dunia di Amerika Serikat.

Marliem diduga tewas karena bunuh diri di rumah sewaannya di Beverly Grove, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kamis (10/8) pagi waktu setempat. Ia tewas dengan menyisakan luka tembak.

Nama Johanes Marliem mulai dikenal khalayak saat media massa memberitakan soal adanya keterlibatan Marliem pada kasus korupsi proyek KTP-El yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Terutama saat nama itu tertera dalam surat dakwaan kasus KTP-El.

Marliem, dalam dakwaan, disebut sebagai salah satu pihak yang diperkaya oleh Irman dan Sugiharto sebagai terdakwa yang kini telah divonis hukuman penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Irene Putri, dalam pembacaan dakwaannya menyatakan Irman dan Sugiharto telah memperkaya 76 orang.

“(Mantan Mendagri) Gamawan Fauzi, mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, Ketua Panitia Pengadaan Dradjat Wisno Setyawan dan 6 orang anggotanya, Ketua Tim Teknis Husni Fahmi dan 5 orang anggota,” tutur dia dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 9 Maret 2017 lalu.

BACA JUGA: Pengamat Hukum: Kematian saksi kunci kasus e-KTP, bisa jadi teror bagi saksi-saksi lainnya

Nama Johanes Marliem bergabung dengan para politikus yang disebut sebagai pihak yang diperkaya oleh Irman dan Sugiharto. Di antaranya, Anas Urbaningrum, Marzuki Ali, Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng, Mirwan Amir, Tamsir Lindrung, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Arief Wibowo, Mustoko Weni, Rindoko.

Marliem diketahui merupakan direktur Biomorf Lone LLC. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan layanan teknologi biometrik. Selain itu, dia juga mendirikan Marliem Consulting sebagai perusahaan konsultan di bidang layanan teknologi biometrik yang digunakan dalam sebuah tanda identitas.

Dalam situs resmi perusahaan tersebut, Marliem menjabat posisi Executive Director. Perusahaan tersebut berbasis di Minneapolis, Amerika Serikat.

Johannes diketahui sudah bermukim di AS sejak 2006 silam. Pada tahun yang sama ia mendirikan Marliem Consulting, dengan kantor di Minneapolis dan Jakarta. Di situs resmi perusahannya, Johannes menyebut bisnisnya bergerak di bidang usaha kecil menengah dan bertujuan membuka gerbang bagi perusahaan AS untuk menjual produk dan layanan di Indonesia.

Sebagai pengusaha, nama Johannes tidak begitu dikenal publik. Termasuk di kota Minneapolis, Minnesota, tempat dimana ia memulai bisnisnya. Namanya baru mencuat dan menjadi omongan publik Minnesota tatkala pada April 2013 ia menyumbang dana sebesar 225 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,182 miliar (kurs saat itu sekitar Rp 9.700 per dolar AS, Red) saat inaugurasi kedua Presiden Barack Obama.

Dilansir situs startribune.com, nilai donasi yang diberikan Johannes ini hanya selisih 25 ribu dolar AS dari sumbangan yang diberikan oleh korporasi multinasional ExxonMobil. Untuk donatur pribadi, sumbangan Johannes itu bernilai dua kali lipat uang yang diberikan Alida Messinger, mantan istri Gubernur Minnesota, Mark Dayton, kepada Partai Demokrat.

Sebelumnya, Johannes juga pernah berkontribusi memberikan dana sebesar 2.00 dolar AS pada tim kampanye Obama saat Pilpres 2012. Ia juga sukses mengumpulkan donasi hingga 70 ribu dolar AS bagi kegiatan kampanye Obama.

Sumber: Republika

PILIHAN REDAKSI