Raja Salman Alokasikan Dana Rp199 M untuk Muslim Rohingya

“Sesuai arahan Raja Salman, kami sudah melakukan sejumlah proyek yang beberapa sudah pada tahap implementasi,” kata Abdullah bin Abdulaziz al Rabiah, Penasihat Pusat Bantuan Kemanusiaan King Salman Center

RIYADH (UMMAT Pos) — Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, sudah memerintahkan alokasi dana sebesar USD15 juta atau setara Rp199 miliar untuk meringankan penderitaan Muslim Rohingya yang tersiksa di Myanmar.

Mengutip Middle East Monitor, Rabu (20/9/2017) yang mengutip pernyataan Penasihat Pusat Bantuan Kemanusiaan King Salman Center, Abdullah bin Abdulaziz al Rabiah mengatakan, tim ahli dari tempatnya akan terbang ke Bangladesh dalam beberapa jam ke depan. Mereka ditugaskan untuk memantau kondisi yang dialami pengungsi Rohingya di sana.

“Mereka ditugaskan untuk mencari tahu bantuan apa yang paling dibutuhkan dan mendesak saat ini, serta untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Sesuai arahan Raja Salman, kami sudah melakukan sejumlah proyek yang beberapa sudah pada tahap implementasi,” tukas Abdullah.

Sebelumnya, jajaran menteri di kabinet Arab Saudi mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan terhadap Muslim di Myanmar. Para menteri menegaskan kembali perintah Raja Salman agar komunitas internasional bertindak cepat untuk menghentikan kekerasan serta memberikan hak-hak Muslim Rohingya di Myanmar.

Pemerintah Arab Saudi mengklaim, Riyadh sudah menawarkan bantuan sebesar USD50 juta (setara Rp663 miliar) untuk Rakhine State. Arab Saudi juga selama ini menerima para pengungsi Rohingya dengan tangan terbuka di wilayahnya sejak 1948.

Sebagaimana diberitakan, etnis minoritas Rohingya kembali menjadi sasaran aksi kekerasan oleh militer Myanmar di Rakhine State sejak 25 Agustus. Militer berdalih aksi tersebut dilakukan untuk mendesak kelompok militan ARSA (Tentara Pembebasan Arkan Rohingya) agar segera menyerah.

Setelah hampir sebulan, lebih dari 400 ribu etnis minoritas Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Mereka saat ini ditampung di kamp-kamp sementara di Cox’s Bazaar yang berada paling dekat dengan perbatasan. Kondisi yang memprihatinkan membuat bantuan kemanusiaan menjadi harapan mereka untuk menyambung hidup.

(fm/ok)

PILIHAN REDAKSI