Tokoh Taufik Ismail Ingatkan Bahaya Kebangkitan KGB

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sastrawan Taufik Ismail yang juga aktif dalam Angkatan 66, mengemukakan bahwa ideologi komunis saat ini menjadi tantangan dan menjadi suatu tugas yang berat yang harus dihadapi oleh seluruh komponen bangsa.

“Paham komunisme sudah begitu banyak mengorbankan jiwa manusia, di dalam rentang waktu 76 tahun ada 120 juta orang yang meninggal,” ungkapnya usai menghadiri pengajian umum bersama Ust. Bachtiar Nasir di Masjid Agung Al Azhar, Kamis (21/09/2017).

Dalam sejarah perkembangannya, Sepanjang 1917-1991 penganut paham komunisme telah membantai 120 juta manusia, yang jika dirata-ratakan berarti tidak kurang dari 1.621.621 orang pertahun, dan berarti 4.504 sehari, 3 orang permenit, yang mereka lakukan selama 74 tahun di 75 negara. Dari aksi itu, 28 diantaranya berbuah pada berdirinya negara komunis.

“Komunisme sebagai suatu ideologi yang pada saat ini sesudah sekitar 76 tahun tahun dan (ideologi ini) di dunia sudah bubar, tidak laku lagi,” ujar tokoh sastra nasional dengan segudang penghargaan dari dalam dan luar negeri ini menambahkan.

Di Indonesia, lanjut Taufik Ismail, karena kita termasuk yang paling awal membubarkan partai komunis, maka saat ini para pengusung ideologi terlarang tersebut mencoba untuk bangkit kembali.

Peraih Penghargaan Penulisan Sastra dari Pusat Bahasa ini menyebut PKI saat ini tak bermaksud untuk menjual ideologi mereka yang sudah mati, “yang timbul sekarang ini, yang muncul adalah Komunis Gaya Baru (KGB), mereka ini akan membalas dendam kepada umat Islam, nah (untuk) ini kita mesti waspada,” pungkasnya. [rahmat/fm]

 

PILIHAN REDAKSI