Hollywood lebih banyak produksi film bioskop yang tampilkan karakter Islam yang negatif

ISTANBUL (UMMAT Pos) — Sebuah pernyataan dari badan hak asasi manusia yang berpusat di Istanbul mengatakan, Sabtu, bahwa Industri film Amerika Serikat (AS) tidak “positif” dalam menggambarkan karakter seorang Muslim.

Hal ini disampaikan dalam sebuah simposium di Istanbul bertajuk “Politik dan Sinema Global”, yang diselenggarakan oleh Pusat Pelanggaran PHAM Internasional (UHIM) dan Kementerian Kebudayaan Turki.

“Menurut sebuah laporan yang dibuat Jack Shaheen yang berbasis di AS, hanya 12 karakter dari 900 peran karakter Muslim dalam film-film Hollywood yang positif dan sementara 50 karakter lainnya disajikan sebagai karakter netral,” kata Ayhan Kucuk, ketua UHIM seperti dilansir Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.

Shaheen (1935-2017) mengerjakan riset tentang stereotip anti-Muslim dan anti-Arab di media mainstream AS dan menerbitkan buku resminya yang berjudul “Reel Bad Arabs: How Hollywood Vilifies a People” pada tahun 2001.

Menurut ketua UHIM, Hollywood mencoba melegitimasi invasi AS di Afghanistan dan Irak melalui film dan acara TV.

Berbicara di acara tersebut, mantan Menteri Kebudayaan Turki Nabi Avci mengatakan perlunya memahami hubungan antara cara kerja bioskop dan pandangan politik yang ingin dibentuk.

Uniknya, Avci juga mengatakan bahwa ternyata orang-orang Turki lebih suka menonton film mereka sendiri daripada film-film Hollywood. [fm/anadolu]