Cox’s Bazar jadi kampung pengungsian terbesar di dunia

COX BAZAR’S (UMMAT Pos) — Gelombang pengungsi warga etnis Rohingya yang berdatangan masih terus terjadi di perbatasan Bangladesh, hingga Rabu (4/10). Akibatnya, lokasi penampungan pengungsi tidak lagi mencukupi untuk menampung para pencari suaka  yang terus berdatangan.

Dari anak-anak sampai orang tua, dari ibu hamil sampai bapak-bapak yang mengalami cacat fisik, dari pengungsi yang baru saja tiba sampai yang sudah berhari-hari.

Para pengungsi Rohingnya tinggal di kamp-kamp yang umumnya berada di sepanjang jalan raya Teknaf-Cox’s Bazar yang sejajar dengan Sungai Naf, yang menjadi perbatasan alami Bangladesh dan Myanmar.

BACA JUGA: Militer Myanmar Makin Gencar Usir Warga Rohingya

Kebanyakan kamp pengungsi berada di dalam wilayah Cox’s Bazar atau di daerah dekat kota turis di tepi pantai Teluk Benggala ini.

Sebelum kedatangan pengungsi Rohingya dalam jumlah besar sebulan terakhir, sudah ada 30.000 pengungsi Rohingya menghuni kamp-kamp pengungsi resmi di Bangladesh, yakni Nayapara dan Kutupalong.

BACA JUGA:  WHO Peringatkan Bahaya Wabah Kolera di Tenda-tenda Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ratusan ribu pengungsi berusaha bertahan hidup di lokasi pengungsian perkampungan Cox’s Bazar. Saat ini Cox’s Bazar boleh jadi merupakan kampung pengungsian terbesar di dunia.

Para pengungsi hidup berdesakan di tenda-tenda pengungsian dan hanya bisa mengandalkan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Saat ini diperkirakan, lebih dari 500 ribu warga etnis Rohingya telah melintasi perbatasan Myanmar menuju Bangladesh.[fm]

PILIHAN REDAKSI