Pascaserangan dekat Istana Arab Saudi, Kedubes AS di Jeddah Keluarkan Peringatan untuk warganya

JEDDAH (UMMAT Pos) — Menyusul peristiwa serangan penembakan di sekitar Istana Al-Salam, Sabtu (7/10) pihak Kedutaan Besar AS untuk Arab Saudi di Jeddah telah mengeluarkan peringatan untuk warganya.

Situs berita Arab Saudi melaporkan, pasukan keamanan telah menggagalkan sebuah serangan di sekitar istana, yang menewaskan pelaku serangan dan dua penjaga.

“Karena kemungkinan adanya aktivitas polisi yang sedang berlangsung, warga Amerika disarankan untuk berhati-hati saat bepergian melalui daerah tersebut,” kata Kedubes AS dalam sebuah pernyataan singkat, dikutip New Strait Times.

Pelaku penembakan diketahui bernama Mansour al-Amri, seorang warga Arab Saudi berusia 28 tahun. Pasukan keamanan menyita senapan Kalashnikov dan bom molotov milik Amri.

“Sebelumnya Amri tidak memiliki catatan kejahatan atau keterkaitan dengan kelompok garis keras,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Mansour al-Turki, melalui saluran telepon kepada televisi al-Arabiya.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk menentukan motif dari serangan tersebut,” kata al-Turki.

Sebelumnya, polisi Arab Saudi telah menyerbu tempat persembunyian teroris yang terkait dengan kelompok ISIS, pekan ini. Polisi berhasil menewaskan dua orang dan menahan lima orang terduga militan.

Badan Keamanan Negara mengatakan, polisi menggerebek tiga tempat persembunyian mereka di ibukota Riyadh, dan sempat terlibat baku tembak. Sejak akhir 2014, ISIS telah mengklaim serangkaian pemboman dan penembakan terhadap orang Syiah di Arab Saudi yang mayoritas Sunni.

Arab Saudi adalah anggota koalisi internasional pimpinan AS yang telah memerangi kelompok ekstremis Sunni itu di Suriah dan Irak. [fm]

PILIHAN REDAKSI