Lewat Video Call, Novel Baswedan Kembali Minta Dibentuk TGPF

JAKARTA (UMMAT Pos) — Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017) petang. Mereka ingin mengingatkan agar kasus teror Novel tidak dilupakan.

Terlebih sudah enam bulan, kasus ini tidak kunjung terungkap.

Tokoh Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang turut hadir sempat berkomunikasi dengan Novel melalui video call.

Dalam kesempatan itu, Novel meminta‎ pemerintah Indonesia untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus teror penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

‎”Saya ucapkan terima kasih atas dukungan terkait apa yang menimpa kepada saya penyerangan yang dilakukan pada enam bulan lalu. Semoga semangat pemberantasan korupsi tidak berhenti. Saya minta dibentuk TGPF,” kata Novel.

Novel akan menjalani operasi tahap dua untuk mata kirinya pada bulan ini. Setelahnya, Novel direncanakan kembali ke Jakarta dan bekerja kembali di KPK. Dahnil pun berharap agar KPK tetap mendukung Novel.

“Maka jangan sampai ada upaya misalnya mencampakkan Novel dalam peran-perannya sebagai penyidik KPK. Misalnya ada upaya memindahkan Novel ke mana supaya peran orang ini tidak signifikan lagi di KPK agar orang ini tidak punya magnitude lagi di KPK. Ini yang harus dihentikan,” kata Dahnil.

Dahnil juga mendesak agar pimpinan KPK tegas dalam bersikap. Dahnil menyebut pimpinan KPK seharusnya selalu hadir dan bersuara lantang untuk melindungi seluruh pegawainya dari ancaman teror.

“Saya mendesak pimpinan KPK terang bersikap. Sampai detik ini, orang yang nalarnya sehat apalagi mereka-mereka yang paham proses penyelidikan harusnya bisa tuntas dengan mudah,” Dahnil.

Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 seusai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya di Jakarta Utara. Kedua mata Novel terpapar air keras, mata kirinya yang paling parah harus dioperasi.

Pada akhir bulan Oktober ini, Novel akan menjalani operasi tahap kedua pada mata kirinya. Setelah itu, Novel disebut akan kembali ke Jakarta untuk bertugas lagi di KPK. (fm)

PILIHAN REDAKSI