Puji Penista Agama, Politikus PDIP Ini Sebut Ahok Dibutuhkan Indonesia

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sebuah pernyataan kontroversi disampaikan Politikus PDI-P Aria Bima. Ia menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tepat dijadikan sebagai seorang pejabat negara seperti menteri atau kepala bulog.

Selepas menjalani masa hukuman kasus penodaan agama, Ahok menurutnya sosok yang dinilai tepat menempati jabatan menteri untuk membenahi sektor birokrasi di Indonesia.

“Pak Ahok lebih tepat pejabat yang teknokrat ya. Saya lihat untuk jadi wakil presiden kurang tepat karena orang kayak Pak Ahok lebih tepat jadi seorang menteri atau kepala bulog atau orang yang harus benahi sistem birokrasi, pendayagunaan aparatur negara, orang yang ada keberanian dan ada keseriusan, ada sesuatu hal prinsip birokrasi sebagai pilar kebijakan pemerintah,” kata Aria Bima, di Jalan Lebak Bulus, Jaksel, Ahad (22/10/2017).

Lebih lanjut seperti dilansir detiknews, menurut Aria, Indonesia membutuhkan orang seperti Ahok. Aria menyebut sisi positif Ahok ada di ketegasan dan sikap anti-korupsinya. Sifat itu menurutnya dibutuhkan untuk kemajuan Indonesia.

“Indonesia butuh Ahok ya, dalam hal bagaimana clean and clear ini sangat penting orang seperti Ahok,” ujarnya.

Soal apakah Ahok akan menduduki jabatan di pemerintahan, Aria mengaku tidak tahu. Menurutnya, semua keputusan bergantung kepada Jokowi.

“Tergantung pak Jokowi dan Ahok, saya pribadi orang melihat, orang Indonesia butuh Ahok. Tapi lebih hal-hal menyangkut birokrasi ada keberanian ketulusan kemampuan kebijakan Indonesia butuh dia,” tutur Aria.

Seperti diketahui, Ahok saat ini tengah menjalani masa hukuman lantaran vonis hakim yang memutusnya menista agama Islam saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, September 2016 lalu. Saat itu, dia berpidato menyinggung Surat Al Maidah 51 dan memancing reaksi umat Islam se-tanah air sehingga Ahok dipolisikan. Polisi pun segera melimpahkan berkas Ahok ke pengadilan.

Menjelang hajatan Pilkada Jakarta. Ahok, tampil sebagai pertahana. Dia pun menjalani masa kampanye sembari bersidang setiap pekannya.

Singkat cerita, Ahok kalah di Pilkada. Lebih dari itu, dia juga kalah di pengadilan lantaran majelis hakim memutuskan Ahok bersalah dan memenuhi unsur penistaan agama. Ahok divonis dua tahun bui. [fm/det/rmol]

 

PILIHAN REDAKSI