Soroti Laporan Setara Institute, Begini Tanggapan UI Soal Fitnah Masjid Kampus Depok Sarang Radikalisme

DEPOK (UMMAT Pos) — Pihak Universitas Indonesia (UI) menanggapi Informasi yang disampaikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute yang berjudul “Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Bogor dan Depok”.

Setelah menerima dan membaca dengan seksama terkait ringkasan hasil penelitian tersebut, UI menyimpulkan, Setara Institute tidak menyebutkan Masjid kampus Depok sebagai sarang radikalisme, seperti yang diberitakan sebuah portal daring (online) pada Rabu (1/11).

“Kami telah menerima dan membaca dengan seksama terkait ringkasan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute yang berjudul Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Bogor dan Depok. Penelitian ini memberikan gambaran terkait kondisi dinamika keagamaan, intoleransi, dan potensi radikalisme di Kota Depok dan Kota Bogor,” kata Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti dalam keterangan persnya, Kamis (2/11).

UI menambahkan, penelitian tersebut hanya memberikan gambaran terkait kondisi dinamika keagamaan, intoleransi, dan potensi radikalisme di Kota Depok dan Kota Bogor.

Di dalam studi tersebut, Setara Institute tidak ada menyebutkan bahwa Masjid kampus Depok sebagai sarang radikalisme sebagaimana dimuat di sebuah portal berita online tertanggal 1 November 2017,” lanjut Rifelly.

Sebagai perguruan tinggi, UI berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dengan memerangi intoleransi dan radikalisme. UI juga menentang setiap potensi aksi terorisme di dalam kampus, baik dari aktivitas mahasiswa dan sivitas akademika UI lainnya, maupun aktivitas organisasi resmi yang berada di bawah naungan UI.

Hal ini, menurut pihak UI sejalan dengan Deklarasi UI yang dikumandangkan oleh Rektor UI beserta segenap pimpinan dan sivitas akademika UI pada 1 Juni 2017. Deklarasi itu menyatakan komitmen UI untuk terus menjaga keutuhan NKRI berdasarkan UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kesatuan bangsa dan negara, serta memelihara kerukunan, keadilan, kesejahteraan, dan keragaman masyarakat Indonesia.

“UI juga akan menindak tegas setiap warga UI yang melakukan tindakan provokasi, yang mengarah pada radikalisme dan memecah belah bangsa sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” demikian isi kutipan pernyataan tersebut.[fm]

PILIHAN REDAKSI