Nasehat Sehat Jadi Muslimah di Zaman Now

Oleh Ummu Maryam

DEMI meraih kecantikan ideal yang diidamkan, tak jarang ada yang melakukan perubahan dirinya hingga melalui cara ekstrim. Bahkan hingga pada hal-hal yang cukup beresiko, dapat membahayakan wajah dan tubuhnya. Semua orang juga menyadari, tubuh indah, sehat dan tenaga prima menjadi dambaan, apalagi kaum hawa. Apalagi!

Namun demikian, fokus membugarkan dan mempercantik bentuk lahiriah tak jarang melenakan dan membuat kita gagal fokus pada kecantikan atau daya tarik lain yang tidak kalah memesona dan menjadi dambaan tiap insan. Daya tarik ini juga dapat diraih dengan ikhtiar yang dimulai dengan menambah wawasan. Sebab kecerdasan itu bisa menambah kecantikan dari dalam (baca: inner beuty):-D

Sahabat Muslimah, mari berkaca pada perihidup keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau sendiri sebagaimana manusia biasa tentunya menjaga stamina tubuhnya dengan menjauhi kebiasaan yang bisa berpotensi atau beresiko negatif. Beliau tidak berprilaku konsumtif dalam mengambil asupan makanan, tanpa menjalani gaya hidup yang  penuh aturan dan batasan ketat, tidak semena-mena terhadap tubuh yang disadarinya merupakan amanah Allah semata.

Seorang Prof. Dr. Musthofa Ramadhan setelah mempelajari sejumlah literatur terpercaya dari Sirah Nabawiah pernah mencoba menguraikan gambaran pola hidup sehat Rasulullah, diantaranya:

1. Asupan awal Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan shalat qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir itu sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori zat-zat lain. Ini sangat besar pengaruhnya bagi vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama sehari penuh.

2. Di pagi hari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Siwak mengandung flour alami yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Apabila mulut dan gigi sakit, biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu. Di pagi hari pula, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sarapan dengan segelas air putih dan madu yang berperan sebagai obat.

3. Waktu Dhuha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam makan tujuh butir kurma ajwa’ (matang) yang bisa menetralkan racun. Menjelang sore, menu Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah cuka dan minyak zaitun, ditambah makanan pokok roti. Menu ini berfungsi mencegah kanker dan menjaga stabilitas suhu tubuh di musim dingin.

4. Di malam hari, menu utama beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sayur-sayuran yang memiliki kandungan zat menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Usai santap malam, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan aktivitas sejenak guna memberi kesempatan makanan dicerna lambung. Oiya, ukhti, Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak langsung tidur saat perut kenyang.

5. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga selalu menyempatkan diri olah raga bersama anak, cucu, dan istri. Beliau tidak suka begadang. Kebiasaannya lekas tidur di awal malam selepas Isya supaya bisa cepat bangun

Sahabat Muslimah, demikianlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang kisah kehidupannya menjadi bahan telaah dan penelitian para sarjana di Timur dan Barat. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak berlebih-lebihan dalam menjalani hidup. Kesyukuran beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah dengan menjaga amanah, nikmat sehat, umur, nafas dan lain sebagainya.

Hal penting lainnya adalah bahwa ziarah bersama keluarga, menyambung silaturahim ternyata juga berpengaruh pada kinerja jantung kita.

Adalah Myriam Horsten, seorang dokter kesehatan jantung bersama koleganya di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia pernah mengadakan penelitian bertahun-tahun pada 300 jantung wanita (1) jantung yang sehat adalah mereka yang memiliki variabelitas detak jantung yang tinggi. Bahkan rentang itu sangat lebar. Artinya, detak jantung mereka variatif. Inilah fakta ilmiah yang mengungkap keagungan hadist dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.”

(HR. Bukhari  dan Muslim)

Bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur, bukan tidak mungkin keadaan jantung yang variatif salah satu faktor penyebabnya.

Sehat berawal dari hati yang kuat. Kuat beriman pada Allah. Hati yang taat, tunduk dan mengerti makna menjaga juga merawat. Dan hal yang demikian tidak bisa kita dapatkan dengan berdiam diri dan buta akan pengetahuan, sebab ilmu-lah yang membuka ‘kebutaan’ kita. Wawasan yang luas mendongkrak kebodohan, ketidakberdayaan. Sebab, ketika ilmu melekat pada diri, maka ilmu-lah yang menjaga kita dari kesesatan. Maka nikmat Allah yang mana lagi dapat kita dustakan?

Ya, muslimah tidak hanya butuh cantik lahiriah. Tak cukup hanya terpandang sebatas gamis plus hijab syar’i yang kita kenakan. Ataupun dinilai dinamis karena gabung di klub olahraga yang rutin kita kerjakan. Akan tetapi kita dituntut menjadi generasi pembangun ummat. Karena kita adalah calon pencetak generasi idaman itu. Jadilah kita calon ibu dan ibu yang cerdas, kreatif, smart, sehat dalam bingkai ketaatan padaNya.

Wallahu a’lam

Cipayung, Jakarta Timur

PILIHAN REDAKSI