28 Pengelola Zakat dari lima Negara bahas program strategis di Forum Zakat Dunia

SURABAYA (UMMAT Pos) — Lima negara anggota World Zakat Forum (WZF)  yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Uganda, Bangladesh dan Nigeria saat ini sedang memproses dokumen teknis mengenai manajemen risiko pengelolaan zakat. Diharapkan, dokumen tersebut dapat pula diresmikan tahun 2018 mendatang.

“Pengelolaan zakat di seluruh dunia segera memiliki standar yang baku, karena Good Amil Governance sudah siap dilaunching pada 2018 mendatang,” kata Sekretaris Jendral WZF, Prof Dr Bambang Sudibyo dalam pertemuan yang dihadiri 28 delegasi organisasi pengelola zakat dari lima negara di Surabaya, Sabtu.

Dokumen teknis Good Amil Governance sebagai bagian dari upaya bersama merealisasikan Zakat Core Principle ini diharapkan akan menjadi standar pengelolaan zakat internasional dan menjadi rujukan bagi seluruh organisasi pengelola zakat.

Selain itu, pengelolaan zakat yang makin baik juga akan membuat muzaki semakin mempercayakan dana zakatnya kepada organisasi pengelola.

Selain membahas sejumlah isu penting dalam pengelolaan zakat Internasional, pertemuan ini juga akan membahas program strategis WZF pada 2018 seperti penambahan jumlah organisasi anggota serta rencana kerjasama dengan Persatuan Bangsa-Bangsa dan berbagai lembaga multilateral.

Penguatan internal organisasi juga turut dibahas dalam pertemuan ini, utamanya mengenai strategi penguatan kerjasama di antara negara-negara anggota WZF.

 

Saat ini WZF beranggotakan lembaga-lembaga zakat dari 21 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, India, Bangladesh, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Qatar, Turki, Bosnia dan Herzegovina, Inggris Raya, Mesir, Maroko, Uganda, Sudan, Nigeria, South Afrika, dan Amerika Serikat. [fm]