Setya Novanto dua kali jadi tersangka, dua kali masuk rumah sakit

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik, Setya Novanto masuk rumah sakit Medika Permata Hijau, menyusul kecelakaan yang menimpanya pada Kamis malam, 16 November 2017 sekitar pukul 19.00 WIB.

Celaka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kata benda yang berarti selalu mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dan sebagainya.

Karena celaka, pengacara memastikan Novanto batal menyerahkan diri ke KPK.

Mobil Fortuner B 1732 ZLQ yang ditumpanginya naik ke trotoar di Jalan Permata Berlian. Bagian depan kendaraan itu penyok-peyok, sementara tiang listrik yang ditabraknya masih tegak berdiri, hanya posisinya yang bergeser.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat

Momentum kecelakaan Setya Novanto terjadi setelah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) sempat ‘menghilang’.

Ketua Umum Partai Golkar itu kali terakhir muncul di depan publik pada Rabu sore 15 November 2017, saat memimpin pembukaan Masa Sidang II Tahun 2017/2018 di Gedung DPR RI. Kegiatan itu dijadikan dalih Setya Novanto untuk tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka.

KPK kembali menentapkannya sebagai tersangka kasus e-KTP pada 10 November 2017.

Namun, ia tak ada di rumah saat penyidik KPK mendatangi rumahnya di Jalan Wijaya XIII, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan berbekal surat perintah penangkapan atas namanya.

KPK memutuskan untuk menangkap Setya Novanto, karena pria 62 tahun itu 11 kali mangkir dari panggilan komisi antikorupsi. Sementara pihak Setnov beralasan, kliennya baru sekali dipanggil sebagai tersangka.

Beberapa jam kemudian pengacaranya mengabarkan, ia mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, Setya Novanto juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Premier, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu 17 September malam.

Saat itu, ia dirawat di RS Siloam. Awalnya, Novanto dikabarkan pingsan saat sedang berolahraga.

Dokter mendiagnosisnya terkena penyakit vertigo. Selanjutnya, ia juga disebut mengidap sakit ginjal, penyakit jantung, hingga tumor di tenggorokan.

Dia juga sempat melakukan operasi katerisasi jantung di Rumah Sakit Premier.

Momentum Setnov dikabarkan sakit kala itu berbarengan dengan surat pemanggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka oleh KPK.

Komisi antikoruosi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP.

Namun, Novanto menang dalam putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 29 September 2017. Status tersangkanya pun dianulir.

Setelah dinyatakan bebas, Setya Novanto meninggalkan rumah sakit pada Senin malam 2 Oktober 2017, pascasepekan lebih dirawat. Keluarnya Setnov lolos dari pantauan wartawan.

“Benar sudah pulang tadi malam. Kurang lebih pukul 20.00,” ujar Humas RS Premier, Sukendar, seperti dilansir Liputan6.com di Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017 lalu. [fm]

 

PILIHAN REDAKSI