Remaja dan Pemudi Masjid Sejabodetabek Gelar Pengajian Agar Jadi Muslimah Tangguh Zaman Now

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ada banyak cara yang dilakukan para pengurus remaja masjid masa kini dalam menggairahkan semangat belajar agama dan kembali meramaikan masjid. Salah satunya seperti yang dilakukan remaja putri dan pemuda masjid se-Jabodetabek. Mereka membuat kajian dengan tema: Menjadi Muslimah Tangguh Zaman Now!

Kajian khusus bagi putri ini diikuti oleh 26 anggota dengan menghadirkan sejumlah da’iyah dari Pondok Pesantren Tahfizh al Quran Yayasan Al Hijaz Depok dan alumni LIPIA Jakarta.

Acara berlangsung di lantai tiga masjid yang berada di kawasan TMII dengan pembahasan ilmu pengantar studi Al Quran.

Beragam kesan disampaikan oleh para peserta yang tampak antusias mengikuti rangkaian materi dari awal hingga akhir acara.

“Masyallah, tadi ana sempet beberapa kali pengen nangis. Allah Maha baik mempertemukan ana dengan orang-orang shalihah yang insyaallah ana bisa belajar banyak tentang ilmu Allah untuk meraih ridho Allah menuju ke jannah-Nya. Apalagi tadi diakhir waktu berkelompok ternyata insyaallah kita akan rutin kajian dengan baca Al-Qur’an dan setor hafalan masyaallah,” kata Ika, anggota Prisma dari Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Peserta lainnya, Nazihah dari Ciracas, Jaktim juga mengaku bersyukur dapat bertemu dengan pemateri yang baru dikenalkan dan menambah luas silaturrahmi antar narasumber dan peserta.

“Alhamdulillah tadi aku juga gak ngantuk, mungkin dari pengisi materi dan materinya juga menarik jadinya aku gak gampang ngantuk. Biasanya aku suka ngantuk kalau ikut kajian begini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada penyelenggara acara untuk selanjutnya dibuat hijab/ pembatas yang memudahkan bagi peserta lainnya yang mengenakan hijab syar’i.

“Supaya yang memakai cadar lebih nyaman,” tambahnya.

Menurut salah seorang penyelenggara acara, Ratih Septiana kegiatan ini akan dilanjutkan dengan membentuk kelompok studi yang akan secara rutin melakukan pertemuan pekanan.

“Insya Allah tiap pekan kita akan melakukan kajian yang diawali dengan tahsin tilawah (perbaikan bacaan) Al-Quran dan materi-materi dasar-dasar ke-Islaman,” pungkasnya. [fm]

 

 

 

PILIHAN REDAKSI