Ketika Menteri Agama Ungkap Fakta Peran Penting Keturunan Hadhrami di Nusantara

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dari sekian banyak ulama Arab di Nusantara, nama Sayid Usman bin Yahya dinilai oleh para peneliti sejarah mempunyai peran yang cukup sentral, tokoh ini pernah diangkat menjadi Mufti Betawi oleh pemerintah Hindia Belanda.

Di Jakarta, wilayah Pekojan merupakan tempat tinggal atau pemukiman Muslim dari negeri-negeri Arab. Sebelumnya, Pekojan sendiri identik dengan orang Koja atau Kojah, yakni orang Muslim India-Benggal yang bermukim di kota kota pelabuhan.

Hal tersebut diungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya pada Konferensi Internasional bertema Dinamika Orang Hadhramaut di Indonesia (The Dynamics of Hadhramis in Indonesia) di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, 22/11/2017.

“Kita semua mafhum bahwa peranan orang-orang Arab dari Hadhramaut sangat besar di dalam masuknya Islam ke Nusantara. Istilah Arab Hadrami merujuk pada komunitas Arab yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan,” Jelas Lukman.

Saat ini, kata Menteri Agama, pemerintah bersama masyarakat tentunya mengharapkan bahwa kalangan Sayyid atau Habaib dapat melanjutkan kiprah para leluhurnya dalam dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia.

Dikatakan, kiprah Majelis Taklim yang dibina oleh tokoh Habib Ali bin Abdurrahman di Kwitang cukup fenomenal. Hal ini karena Majelis Taklim di Kwitang tersebut dapat bertahan selama lebih dari satu abad.

“Inti ajaran Islam yang diajarkannya berlandaskan tauhid, kemurnian iman, solidaritas sosial, serta akhlakul karimah,” jelas Menag RI.

Muktamar Internasional yang berlangsung selama dua hari ini juga dihadiri oleh sejumlah peneliti dan akademisi dari dalam dan luar negeri yang menyajikan makalah-makalah ilmiahnya.

Selain itu even yang diadakan pertama kalinya ini dihadiri pula oleh perwakilan dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta perwakilan dari Menara (Study and Research Center of Arab Descents in Indonesia) turut hadir Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Dr Sri Sunarti Purwaningsih, MA., Direktur The Hadhramaut Center for Historical Research Documentation and Publication Prof. Khalid Belkhasher.

Laporan: Faisal Mursila

 

.

PILIHAN REDAKSI