Pemerintah Indonesia kecam serangan teroris ke masjid di Mesir

JAKARTA (UMMAT Pos) — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan turut bersedih dengan terjadinya serangan terhadap jemaah masjid yang sedang melaksanakan Salat Jumat, di Provinsi Sinai Utara, Mesir, kemarin.

“Saya sedih dan juga marah atas kejadian itu, walaupun itu bukan yang pertama, tapi ini juga besar memakan korbannya. Nigeria dan juga di Timur Tengah,” kata Jusuf Kalla sebelum melakukan kunjungan kerja ke Mataram, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari ini.

Jusuf Kalla berharap pemerintah Mesir segera menangkap pelakunya.

“Jadi kita berharap pemerintah Mesir segera menangkap pelakunya. Apa pun namanya, teroris atau terorisme itu sudah namanya membunuh orang tanpa tujuan. Mudah-mudahan ketahuan siapa pelakunya,” ujar Jusuf Kalla.

Serangan kelompok bersenjata menewaskan 235 orang, dan melukai 130 lainnya. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan tidak ada korban warga negara Indonesia dalam kejadian itu.

“Kami menerima informasi dari Dubes RI untuk Mesir di Kairo, Helmy Fauzi, bahwa tidak ada korban WNI dalam kejadian di Sinai Utara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir, kepada merdeka.com, Jumat kemarin.

Kabarnya, masjid itu adalah salah satu tempat berkumpul jemaah Sufi. Diduga kuat penyerangnya adalah kelompok bersenjata pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dilansir dari laman Associated Press, peristiwa itu terjadi di Masjid al-Raudah, berada di Kota Bir al-Abd berjarak 40 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Provinsi Sinai Utara, Al-Arish.

Saksi mengatakan, ketika khatib tengah khotbah Jumat, mendadak terjadi aksi bom bunuh diri. Sesaat kemudian datang empat kendaraan membawa sejumlah orang bersenjata lengkap. Mereka kemudian melepaskan tembakan ke arah masjid serta melempar peledak, buat menghalau jemaah hendak menyelamatkan diri. Kemudian para penyerang menghalangi jalan keluar dari masjid dengan cara meledakkan seluruh kendaraan mereka pakai buat menyerang, lantas kabur.

Meski sampai saat ini belum ada yang menyatakan bertanggung jawab, diduga kuat serangan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata yang tunduk kepada ISIS. Kelompok Sufi beberapa kali menjadi sasaran empuk aksi teror ISIS. Pengikut ISIS juga pernah memancung salah satu tokoh Sufi yang merupakan tuna netra, Syekh Sulaiman Abu Heraz, akhir tahun lalu.

Menurut saksi, sebagian besar korban merupakan buruh pabrik garam setempat. Sejumlah korban dibawa ke rumah sakit setempat.

Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sissi, menetapkan tiga hari berkabung nasional atas kejadian itu. Pengawasan di sejumlah fasilitas perlintasan, seperti Bandara Internasional Kairo, diperketat.

Mesir selama ini terus memerangi kelompok bersenjata selalu beroperasi di Semenanjung Sinai. Dalam perjanjian damai diteken pada 1979, Israel dan Mesir berjanji bersama-sama menjaga kawasan itu. [fm]

PILIHAN REDAKSI