OK OCE Dianggarkan Rp 85 M untuk Pendampingan dan Tempat Kumpul Kreatif

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk program OK OCE dalam RAPBD 2018 sebesar Rp 82 miliar. Anggaran sebanyak itu akan dipakai untuk pendampingan anggota OK OCE dan pembangunan tempat kumpul kreatif (co-working space) di tiap kecamatan.

“(Anggarannya) untuk pelatihan, untuk pendampingan, untuk membiayai fasilisator yang ada di kecamatan, juga untuk menyiapkan ruangannya, tentunya kelengkapannya. Jadi itu yang akan kita dorong di 44 kecamatan,” ujar Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta Creative Hub, Jl Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

Pemprov DKI menargetkan dalam satu tahun akan ada 50 sampai 70 pelatihan. Untuk anggotanya dalam satu bulan ditargetkan sebanyak 4 ribu. Per hari ini di tiap kecamatan di Jakarta setidaknya sudah ada 50 anggota OK OCE.

“(Pemerintah) membantu mendorong lebih dari 4 ribu per bulan jumlah pengusaha baru dan 40 ribu per tahun lapangan kerja baru. Total 200.000 ribu entrepreneur baru selama lima tahun ke depan. Per hari ini tadi laporannya, saya baru agregasi yang PGO (perkumpulan gerakan OK OCE) itu sekitar 50-100 per kecamatan,” terang Sandiaga.

Sandiaga menambahkan bahwa Pemprov DKI sendiri hanya memberikan anggaran untuk sarana dan prasarana. Untuk modal usahanya ditanggung oleh anggota.

Sandiaga menyebut PGO memiliki sejumlah perusahaan yang bersedia memberikan bantuan dana. Bantuan dana itu berbeda dengan pinjaman bank.

“Untuk pembiayannya, alhamdulillah kalau di gerakan OK OCE ini semua self funded. Mereka memobilisasi dana dari masyarakat, dana dari dunia usaha. Untuk modalnya dari perbankan. Jadi ada perusahaan pembiayaan dan perusahaan perbankan,” jelas Sandiaga.

OK OCE merupakan salah satu program kewirausahaan yang diandalkan oleh Sandiaga. Program tersebut sudah digaungkan sejak masa kampanye.[fm]

PILIHAN REDAKSI