Ikut Bertakbir dan Shalat Jumat, Jokowi-JK juga Alumni Aksi Bela Islam 212 lho!

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketua Kajian Politik Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf, menegaskan bahwa tidak ada huru-hara yang bertujuan untuk menggulingkan atau mendesak Presiden Jokowi turun dari kekuasaan.

“Kecuali dipicu oleh faktor situasional, tapi sejauh ini tidak ada indikasi ke arah itu,” tutur Faizal, Sabtu (25/11/2017).

Dengan demikian, Faizal menilai sangat lucu bila jelang Reuni Akbar 212, para loyalis Jokowi-Ahok panik dan gencar menyebarkan fitnah. “Perilaku demikian menunjukan mereka sangat intoleran dan anti Islam,” ujarnya.

“Mereka lupa bahwa Jokowi dan JK (Jusuf Kalla) juga alumni Aksi Bela Islam 212 karena ikut bertakbir dan salat Jumat bersama jutaan umat di Monas. Kebersamaan itu membuahkan Ahok kalah dan masuk penjara,” sambung salah satu tokoh Pemrakarsa Aksi Bela Islam ini.

Selain itu, lanjut Faizal, gubernur dan wakil gubernur DKI telah bersinergi dengan panitia Reuni 212. “Wajar bila kedua tokoh Islam itu berdiri garda terdepan, toh tidak ada satupun aturan melarang mereka terlibat aksi moral,” jelasnya.

Tak hanya itu, para alumni Aksi Bela Islam dipastikan akan membonceng Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendera, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid serta sejumlah tokoh nasional, ustaz dan para ulama.

Faizal menambahkan, reuni akbar 212 ini merupakan momentum strategis untuk mencetuskan deklarasi umat Islam menolak proyek Reklamasi serta mengutuk keras segala bentuk ketidakadilan terhadap rakyat.

“Kalau tujuaannya demikian, mestinya Jokowi dan Jusuf Kalla harus hadiri Reuni Akbar 212, sehingga tidak dituding sebagai penyokong penista agama dan kacung konglomerat taipan,” tambahnya.

Pihaknya berharap Reuni Akbar 212 berjalan damai dan terus digemakan setiap tahun. Sehingga memperkuat dan membangkitkan potensi umat dalam menghadapi aneka problem krusial di negeri ini.

“Kalau dituduh aksi Reuni Akbar 212 adalah gerakan politik untuk tujuan menghadapi Pilpres 2019, silakan saja. Tak usah ditanggapi,” pungkas Faizal yang juga Ketua Progres 98. (fm/fajar)

PILIHAN REDAKSI