Waspadai Dampak Siklon Dahlia, Perhatikan Imbauan BNPB Ini

JAKARTA (UMMAT Pos) — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Dia mengatakan bahwa badai ini bisa menyebabkan tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

Imbauan BNPB menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian wilayah selatan Jawa dan Sumatera akan terkena dampak dari siklon tropis Dahlia pada 30 November – 2 Desember mendatang,

“Informasi cuaca ekstrem dan potensi bencana sudah kami sampaikan. Sehingga, jika masyarakat tinggal di daerah lereng perbukitan, pegunungan, atau rumahnya di bawah tebing maka hendaknya waspada,” kata Sutopo saat diwawancarai di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Tak hanya mengakibatkan cuaca ekstrem, siklon tersebut juga berpotensi mengakibatkan bencana alam. Berikut beberapa tips kewaspadaan yang bisa dilakukan untuk menghadapi longsor, banjir, dan angin puting beliung.

1. Longsor
Siklon Dahlia juga berpotensi menyebabkan longsor. Untuk menghadapi longsor, masyarakat diminta untuk selalu mengecek tanah saat tak hujan. Sutopo mengungkapkan bahwa ada beberapa tanda yang bsia mengindikasikan tanah akan longsor ketika hujan deras tiba.

“Tanda longsor biasanya terlihat dengan adanya retakan tanah, amblesan tanah, air sumur jadi keruh, atau munculnya mata air, yang keluar batu kerikil dsb. Atau pohon dan tiang listrik terlihat miring,” katanya.

Jika sudah ada tanda-tanda tersebut, baiknya warga bisa menyingkir ke tempat yang lebih aman.

Ketika mengungsi, pastikan Anda membawa bekal secukupnya. Tas bekal atau tas siaga ini setidaknya berisi pakaian, selimut, obat-obatan, senter, makanan darurat, dan air bersih.

“Begitu terjadi bencana maka itu bisa digunakan sambil menunggu bantuan dari pemerintah,” lanjutnya.

2. Banjir
Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir perlu senantiasa mengecek debit air sungai. Jika mengetahui debitnya naik maka sebaiknya segera mengungsi.

“Ini biasanya dialami mereka yang tinggal di bantaran sungai, titik pertemuan sungai atau memang titik-titik banjir,” ujarnya.

Harta milik yang berharga warga untuk sementara bisa dititipkan atau diungsikan ke tempat aman atau dibawa ke pengungsian.

3. Puting beliung
Ancaman ketiga yang bisa diwaspadai adalah bahaya puting beliung. Untuk bencana ini, biasanya ditandai dengan awan yang terlihat gelap, sebelum hujan terasa angin yang sejuk.

“Kemudian anginnya akan mengencang hingga terjadi puting beliung,” katanya.

Kewaspadaan akan bencana puting beliung ini harus bisa dilakukan dengan tidak beraktivitas di bawah baliho, papan yang besar, atau pohon dan bangunan yang tidak kokoh.

“Berlindunglah di bangunan yang kokoh,” ujarnya Sutopo. (chs)

PILIHAN REDAKSI