UMMATPOS.COM
Kabar Ummat Terdepan

Tanggapi Laporan Sam Aliano, KPI Kaji Sanksi Metro TV Soal Tudingan Peserta Reuni 212 Intoleran

JAKARTA (UMMAT Pos) — Merespon laporan Ketua Umum DPP Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Sujarwanto Rakhmat Arifin mengatakan pihaknya telah menerima serta mengkaji aduan terkait tayangan Metro TV yang dianggap melanggar kode etik. Tayangan melanggar yang dimaksud terkait tudingan yang menyebutkan peserta aksi Reuni 212 sebagai kaum intoleran.

Menurut Rakhmat Arifin, apabila ditemukan pelanggaran, KPI terlebih dulu akan melakukan mediasi antara kedua pihak. Kemudian diputuskan apakah perlu dikenakan sanksi administratif atau tidak.

Karena yang dilaporkan adalah produk jurnalistik, pihaknya akan merapatkan, menganalisa dulu.

“Kalau memang ada temuan kami, nanti kita mediasi dulu. Produk jurnalistik harus dimediasi. Pihak Metro TV dan pihak dari Pak Sam akan kita pertemukan. Sejauh mana titik temu akan ketemu nanti,” tegas Rakhmat, Kamis (7/12).

Terkait tayangan yang diperkarakan, Metro TV menyebutkan adanya perayaan intoleransi dan pada waktu bersamaan tampak visualisasi aksi Reuni 212 di Monas. Padahal, saat itu, Sam Aliano juga ikut reuni aksi alumni 212.

“Hal itulah yang menjadi keberatan Pak Sam Aliano. Beliau menyatakan keberatan dan tersinggung dinyatakan sebagai kelompok masyarakat yang intoleran,” tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, KPI mengagendakan rapat internal untuk membahas pengaduan Sam Aliano. KPI selanjutnya akan mengkaji melalui dua aspek. Pertama, mengenai konten yang dilaporkan yaitu konten dalam editorial Media Indonesia (MI) pada hari Jumat lalu. “Itu akan kami kaji berdasarkan rekaman rekaman yang KPI punyai serta yang diserahkan Pak Sam Aliano,” kata Rahmat.

Mengenai aspek yang kedua, yaitu posisi editorial MI. Menurut KPI, yang namanya tajuk rencana, opini dari media massa boleh dibacakan. “Kalau editorialnya di Metro TV, tentunya ya idealnya editorial Metro TV, bukan editorial media yang lain. Itulah dua pokok materi yang akan kami dalami,” jelasnya.

Sebelumnya, Pengusaha Sam Aliano didampingi pengacaranya Inge Mangundap bersama sejumlah tokoh masyarakat melaporkan pihak Metro TV ke KPI terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh TV swasta tersebut.

Dalam salah satu program di Metro TV berjudul “Meneladani Toleransi Sang Nabi”, yang ditayangkan, belum lama ini narator menyebutkan bahwa, “Para pengikut aksi Reuni 212 adalah kaum intoleransi yang merayakan kemenganan dari praktek intoleransi atas luka korban intoleransi dengan berpolitik.

“Yang ikut bersama saya menghadiri reuni 212 ada wni keturunan belanda yang beragama kristiani dan beragama Buddha ini disebut bahwa kami ini intoleransi, dan ini adalah buki bahwa aksi 212 merangkul dan mempersatukan seluruh masyarakat yang berbeda agama dan ras,”ungkapnya, Selasa, 5/12/2017 lalu didampingi tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma.

Laporan: Lessye Sandra & Anti Syaima

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI