Tolak Pernyataan Trump, Massa Aksi Solidaritas untuk Palestina Bakar Ban dan Poster di depan Kedubes AS

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ratusan peserta aksi unjuk rasa solidaritas untuk Palestina berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Mereka menyampaikan aspirasinya dengan memadati ruas jalan Medan Merdeka pada Jumat siang, (07/12/2017).

Rencana awal aksi sebagaimana dalam undangan yang beredar sebelumnya mengambil rute mulai dari Kedubes Palestina, namun rute tersebut berubah dan hanya berkonsentrasi di titik temu yaitu di depan Kedubes AS.

“Kami tidak bergerombol karena ada intel,” ujar Andi Fitriansyah salah seorang peserta aksi kepada Ummat Pos.

Andi juga mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan guna memancing respon lanjutan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam mengambil sikap atas keputusan Trump yang menuai kontroversi.

Peserta aksi lainnya menjelaskan bahwa unjuk rasa dimulai dari Masjid Istiqlal sampai depan Kedutaan Besar AS dengan berjalan kaki.

“Sebelum Indonesia merdeka, orang NU telah menyatakan kedaulatan untuk Palestina dan bahwa Palestina adalah keluarga,” ucap salah satu pembicara yang di atas mobil dengan pengeras suara.

Massa peserta aksi juga membakar ban dan poster simbol penolakan pernyataan Donald Trump, namun saat aksi bakar ban dan poster dimulai, aparat kepolisian yang berjaga dari Kedubes AS lalu berusaha mengambil poster tersebut dan mencoba untuk mematikan apinya.

“Kita di sini bukan karena NU, Ormas atau apapun itu, kami di sini sebagai rakyat Indonesia yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia atas Palestina atau siapapun,” ungkap perwakilan mahasiswa Islam dari atas mobil komando.

Suara takbir terdengar bersahutan saat orator yang berada di atas mobil dengan pengeras suara membakar semangat massa hingga akhir aksi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12). Menurut Trump Israel berhak menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota negaranya karena Negara Zionis telah menjadikan kota tersebut sebagai pusat pemerintahannya.

Atas pengakuan ini, AS menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Laporan: Anti Syaima & Lessye Sandra 

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI