Ketika Ulama Tanggapi Hate Speech dari Ade Armando soal dirinya

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tokoh pemikiran liberal Ade Armando kembali membuat kontroversi melalui tulisan di akun Facebooknya. Kali ini, pendukung homoseks dan lesbian (LGBT) ini menyebut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat K.H. Didin Hafidhuddin dengan beragam umpatan bernada ujaran kebencian (7/12/2017).

Namun Kyai Didin, demikian sapaan akrab guru besar ilmu agama IPB Bogor itu memberikan respon yang berbeda pada tulisannya seperti yang beredar viral di media sosial.

Sehubungan dengan kata-kata kasar dan penghinaan yang dilontarkan Sdr Ade Armando pada diri saya, maka ingin saya sampaikan bahwa saya sama sekali tidak marah dan tidak tersinggung dengan penghinaannya itu karena yang dihina adalah pribadi saya. Kita wajib marah ketika agama yang dihina atau ketika Al-Quran dinista atau ketika ajaran atau syariat Islam yang dilecehkan. Terima kasih atas respon yang luar biasa dari saudara-saudara.
Salam.
Didin Hafidhuddin

Ade Armando yang sebelumnya pernah memposting sumpah mubahalah terkait fitnah chat mesum Habib Rizieq Shihab ini mengomentari sebuah gambar poster bertema “Indikator Kebangkitan Ekonomi Syari’ah yang memuat kata-kata dari K.H. Didin Hafidhuddin.

Tanggapan Kyai Didin yang terbaca tenang dan mencerminkan akhlak yang sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam tersebut mengundang simpati dari banyak Ummatizen.

Budi Hadrianto misalnya, lewat akun facebooknya, Budi diantaranya menuliskan tanggapan atas respon KH Didin Hafidhuddin sebagai berikut:

Dihina sedemikian rupa oleh orang yang hina memang tidak akan merendahkan derajatnya. Tapi pemafaan beliau justru yang meningkatkan derajatnya. Beliau juga tahu mana yang penting dan mana yang cuma buang-buang waktu.

Budi Harianto menghimbau kepada masyarakat untuk meneladani sikap baik dari Kyai Didin. Marah terjadi apabila Agama dan Alquran dihina maka disinilah semua harus ambil tindakan.

Saya berharap ada yang menyeret AA ke jalur hukum karena hate speech agar tidak sembarangan bicara, kecuali memang sedang “sakit”. Saya juga mengajak rekan-rekan untuk meneladani sikap Kyai Didin, dimana kita patut marah jika Quran dan agama kita dihina, tapi tidak perlu buang-buang waktu menanggapi orang yang menghina kita. Jangan bersikap sebaliknya, Quran dan agama dihina diam, diri dihina langsur koar-koar.

Ade Armando kerap menuliskan pernyataan kontroversial melalui akun sosial media. Pendukung Ahok dalam pilkada Jakarta ini sempat dijadikan tersangka terkait ciutannya ‘Allah bukan orang Arab’ karena dinilai telah melanggar UU ITE, namun sejumlah pihak menyayangkan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang akhirnya menerbitkan SP3 atau Surat Penghentian Penyidikan. (Amy)