Dilaporkan Sebagai Biang Penghadangan Ust. Abdul Shomad, Ini Kata Arya Wedakarna

BALI (UMMAT Pos) —Wakil Ketua Komisi II DPR, Lukman Eddy melaporkan Anggota DPD daerah Pemilihan Bali, Arya Wedakarna ke Badan Kehormatan DPD karena diduga sebagai salah satu provokator penghadangan terhadap Ustad Abdul Somad, Jumat (8/12).

Arya dinilai punya andil besar menggerakan sejumlah massa untuk mendemo Ustad Somad ketika hendak berceramah di Denpasar, Bali.

Ketika dikonfirmasi, Arya justru sesumbar siap menjalani sidang etik di BK DPD.

“Pasti saya siap untuk menghadapi sidang BK,” ujar Arya saat ditemui awak media, Selasa (12/12).

Namun demikian Arya seperti dilansir JawaPos.com mengaku optimis tidak akan mendapat sanksi sebagai pihak yang bersalah dalam sidang etik di BK DPD.

Dia menampik tudingan terlibat persekusi terhadap Ustad Somad.

“Prinsipnya saya tidak pernah terlibat, dan tidak ada stetmen saya yang menolak (Ustad Abdul Somad), dan saat persekusi saya tidak ada di lokasi,” katanya.

Arya berencana melaporkan balik Lukman Eddy ke aparat kepolisian karena sudah melakukan pencemaran nama baik.

Pasalnya dia tidak menjadi otak pelaku ataupun terlibat dalam persekusi itu.

“Akan pikirkan melaporkan balik beliau karena sudah melakukan pencemaran nama baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, anggota DPD asal Bali ini menolak kedatangan Ustad Abdul Somad yang akan melakukan safari dakwah di Pulau Dewata tersebut 8-10 Desember.

Dalam akun Facebook-nya, Arya menuding Ustaz Abdul Somad adalah anti Pancasila.

“Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fan page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12).

Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya.

Ia menyertakan screenshoot postingan Instagram @creme_de_violette yang berjudul “Jangan biarkan mereka meracuni Bali Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua”. [fm/jpnn]

PILIHAN REDAKSI