FPI Ingatkan Gubernur DKI hanya fasilitasi dan bukan terlibat dalam ibadah atau ucapkan selamat Natal

JAKARTA (UMMAT Pos) — Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menanggapi rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Natal bersama di Monumen Nasional (Monas).

Menurutnya, sah-sah saja jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memfasilitasi umat Nasrani dalam menggelar acara tersebut, karena itu bagian dari toleransi serta tugas Anies sebagai pemimpin untuk mengayomi semua golongan.

“Untuk acara natal bagi mereka yang beragama Nasrani di buat di Monas, silahkan saja, sah-sah saja dan gubernur bantu untuk fasilitasi,” kata Habib Novel kepada NNC, Kamis (7/12/2017).

“Dengan mengizinkan acara Natal itu suatu bentuk toleransi. Wajib bagi unat islam termasuk Anies untuk mengayomi semua orang beragama selama meraka saling menghormati sesama pemeluk agama,” sambungnya.

Meski demikian, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini mengingatkan, agar Anies hanya memfasilitasi dan bukan terlibat dalam ibadah atau memberikan ucapan selamat Natal.

Sebab, disebut Habib Novel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa pada 7 Maret 1981, yang isinya menganjurkan umat Islam tak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal, karena mengikuti upacara Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya haram.

Selain itu, tambah Novel, ada juga fatwa MUI Nomor 7 Tahun 2005 yang mengatur tentang pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama.

“Akan tetapi, untuk perayaan Natal bersama dalam artian melakukan peribadatan bersama dengan lintas agama dalam syariat Islam itu adalah pluralisme dan pluralisme di fatwakan MUI Tahun 2005 no 7,” ungkapnya.

“Dan kami berharap bang Anies untuk tidak mengucapkan selamat Natal karena bertentangan dengan fatwa MUI tanggal 7 maret 1981, bahwa mengucapkan Natal dan merayakan Natal, haram,” jelas Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini.[fm]

PILIHAN REDAKSI