Undang dua pembicara seminar asal Iran, Ormas Islam Sayangkan Sikap UIN Alauddin

GOWA (UMMAT Pos) — Sejumlah perwakilan ormas Islam yang bermaksud mengikuti acara seminar di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin yang menghadirkan dua pengajar dari Al Mustafa University of Iran merasa kecewa karena ditahan oleh panitia penyelenggara.

Mereka antara lain Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), dan Lembaga Penelitian dan Pengambangan Islam (LPPI) Indonesia Timur, serta Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) dicegat panitia penyelenggara.

“Alasannya hanya dosen dan mahasiwa UIN yang bisa masuk,” kata Ketua ANNAS Sulsel, Farid Ma’ruf Nur, saat ditemui di gedung UIN Samata, Gowa, Rabu (27/22)

Kedua warga Iran itu diduga sengaja didatangkan oleh pihak kampus untuk mensosialisasi ajaran Syiah yang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 48  telah dinyatakan sesat dan menyesatkan, demikian pula dalam pemaparan fatwa lainnya nomor 97 tentang haramnya kawin mut’ah yang menjadi bagian dari peribadatan penganut agama Syiah.

Tak hanya ormas Islam, sejumlah awak media  dari Forum Pegiat Media Islam (Forpemi) Sulsel juga mendapatkan penolakan, padahal mereka bermaksud untuk melakukan peliputan.

“Mohon maaf, ini kegiatan tertutup bagi media,” kata salah seorang dosen yang sengaja turun dari meja utama pembicara dan langsung menghampiri pewarta yang ingin meliput.

Dua warga Iran yang didatangkan itu diketahui bernama Ghasem Muhammadi dan Ebrahim Zargar, keduanya menjadi pembicara dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam di ruang Lecture Theatre UIN Alauddin, Samata itu,

Dalam keterangannya, Ketua LPPI Indonesia Timur, KH M Said Abd Samad mengaku tidak terima dengan pernyataan warga Iran tersebut setelah sempat mengadakan dialog yang telah menuduh rombongan LPPI, ANNAS, dan LPAS, anti Palestina.

“Kami sayangkan, kenapa pihak UIN memberikan ruang kepada orang Syiah ini, padahal sudah sangat jelas fatwa MUI tentang kesesatan Syiah. Ini yang kami tidak terima sebentarnya,” tutur Kyai Said.

Menurut peserta seminar Fery, salah seorang mahasiswa UIN yang mengikuti kegiatan itu, mengungkapkan kedatangan orang Iran itu memang bagian dari sosialisasi paham Syiah, sebab penyampaiannya berisi sanjungan kepada Khomeini dan negara Iran. [fm/forpemi]

PILIHAN REDAKSI