Bedah Buku Islah Cinta, Ketika Presenter Program Religi Menuliskan Pengalaman Pribadinya

DEPOK (UMMAT Pos) – Memasuki hari kedua Islamic Book Fair 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia, sejumlah acara seminar dan bedah buku pun digelar di panggung utama. Salah satunya adalah bedah buku yang berjudul “Islah Cinta” karya Dini Fitria.

Buku ini mengisahkan perjalanan seorang presenter acara Oase Ramadhan di sebuah stasiun televisi nasional. Dini, sapaan akrab penulis buku ini adalah seorang jurnalis tv yang mengaku cukup perhatian kepada dunia Islam.

Di atas panggung utama, Ia menuturkan kisahnya dimulai saat bertugas meliput untuk kebutuhan salah satu program televisi yang mengambil setting di India. Meliput di negara ini adalah pengalaman pertama baginya sebagai jurnalis. Namun tak seperti yang ia bayangkan, banyak kesan negatif yang didapatkannya, termasuk dari perilaku buruk warga yang ditemuinya membuat ia kehilangan mood. Saat itu, ia pun sempat berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan kembali berkunjung ke negeri ini.

Dini sempat mengaku kecewa karena merasa telah dicurangi oleh salah seorang warga di sana, seperti saat membeli kartu paket data.

“Supaya bisa berbicara dan melaporkan berita liputan ke Indonesia dan  mereka bilang bahwa Paketan data ini bisa dipakai 2×24 jam tapi ternyata belum sampai 2 hari, paketan ini sudah habis. Saya sudah memakai uang banyak untuk membelinya, meskipun harga mata uangnya masih tinggi di indonesia tapi saya kecewa. Selain itu makanan India berasa pedas sehingga membuat saya tidak betah begitupula udaranya, saat saya disana tuh masih musim panas, jadi saya sampai bersumpah seperti itu,” jelasnya di aula Balairung UI, Kamis 28 Desember 2017.

Namun Dini kemudian mendapatkan banyak hikmah dari perjalanan liputannya, beberapa hal baru yang ditemuinya membuka cakrawala dan wawasannya tentang luasnya penyebaran Islam dan tingginya peradaban umat Islam yang sejarahnya dapat ditelusuri hingga hari ini.

Seperti diketahui, saat mendengar negeri Taj Mahal ini, akan terbayang  gambaran seperti apa yang ditampilkan di film Bollywood.

“India tidak seindah seperti yang sering terlihat di film, India itu seperti di Indonesia, memiliki keberagaman agama dan budaya. Begitupula sejarah Islam yang besar disana, sejarah Jodha Akbar dan kejayaan kerajaan islam mughal” Ujar Jurnalis berhijab ini.

India yang mayoritas penduduknya beragama hindu budha, lanjut Dini ternyata jumlahnya hampir sama dengan Indonesia. Islam di negara tersebut juga banyak, hanya saja karena jumlah penduduk india berjumlah 1 Miliyar lebih jadi masih terlihat Minioritas.

Buku yang di’bedah’nya juga memuat cerita tentang perjuangan dakwah Islam di masa lalu saat terjadinya perebutan kekuasaan oleh kerajaan yang  terus ingin memperluas wilayahnya.

“Pada masa itu, Raja Jalaluddin Akbar memimpin kerajaan islam di India. Akbar memiliki salah satu istri bernama Jodha yang beragama Hindu, Bagi kebanyakan masyarakat India, cerita mereka adalah bentuk simbol kerukunan perbedaan keyakinan yang menjadi satu dan berdamai pada masa ‘sensitif’ untuk masalah agama di waktu itu,” tuturnya.

Kisah-kisah mengenai keagungan Islam kemudian membuat Ia semakin penasaran dan akhirnya membatalkan janjinya. Ia pun kembali menginjakkan kaki di negara itu dan menyelesaikan tugasnya.

Pantauan Ummat Pos pada saat acara bedah buku berlangsung, pengunjung yang mengikuti acara bedah buku ini tidak sebanyak pada hari sebelumnya.[ls]