Mengenal Sosok Ulama Sudan yang Pernah Mendoakan Erdogan Jadi Pemimpin Turki

KHARTOUM (UMMAT Pos) — Sewaktu menjalani masa penahanan sebagai tahanan politik, Presiden kharismatik Turki, Recep Tayyip Erdogan pernah dibesuk dan didoakan Ulama ini menjadi Pemimpin Turki, doa itupun terkabul.

“Selamat datang wahai Perdana Menteri Turki baru,” ucap Syeikh Dr. Alfatih Ali Hasanain saat mengunjungi Erdogan yang saat itu masih mendekam dalam penjara.

Sebagai seorang tahanan politik Erdogan tentu terkejut dengan perkataan sahabat dan gurunya tersebut. Takdir kemudian menceritakan kepada kita bahwa Erdogan akhirnya memang menjadi Perdana Menteri Turki dan bahkan Presiden Turki, persis seperti firasat dan doa Syeikh Dr. Alfatih Ali Hasanain.

Syeikh Dr. Alfatih Ali Hasanain adalah seorang ulama aktivis harokah Islam asal Sudan.

Dr. Alfatih Ali Hasanain lahir tahun 1947. Beliau keturunan dari Al-Arif billah Ahmad Razuq Al-Maghribi yang berasal dari Fez Maroko.

Tahun 60an, Ia mendapat beasiswa dari pemerintahan Yugoslavia yang punya hubungan baik dengan pemerintahan komunis Sudan.

Sebagai seorang kader gerakan islam, Dr. Alfatih kemudian menjadi da’i dalam makna yang sebenar-benarnya untuk umat islam negara-negara Balkan di Eropa Timur baik di era keemasan Yugoslavia sampai kemudian runtuh di tahun 90an.

Dr. Alfatih berdakwah dengan mempertaruhkan nyawanya. Secara diam-diam beliau menerjemahkan kitab-kitab islam baik kitab klasik ataupun kontemporer seperti karangan-karangan Syeikh Al’Qaradhawi, Dr. As-Siba’i, Sayyid Qutb dan lainnya ke dalam bahasa Yugoslavia dan membagikannya ke masyarakat, Beliau menerjemahkan Al-Quran kedalam bahasa Bosnia, Herze, Albania, Bulgaria, Ceko dan Rumania.

Ia mendirikan Persatuan Pelajar Islam di Eropa Timur, Majelis Al-Islami Eropa Timur, mendirikan sekolah di Bosnia, di Turki dan yayasan-yayasan pelayanan umat Islam Kosovo, Albania dan wilayah-wilayah Balkan lain yang tertindas. Ia menjalin kerjasama dengan gerakan-gerakan Islam Balkan, gerakam Islam Alija Izetbegovic yang kemudian menjadi presiden Bosnia pertama di mana Alfatih ikut memperjuangkan kemerdekaannya dan menjadi penasehat sang presiden.

Perjalanan dakwah dan kenangannya di negara-negara Balkan kemudian Ia abadikan dalam kitab Aljisr ala nahr Drina (The Bridge on the Drina). Jembatan Drina (The Bridge on the Drina) sendiri dibangun oleh kesultanan Turki Utsmani saat kerajaan Utsmani menguasai banyak wilayah di Eropa Timur.

Pada 24 Desember 2017 lalu, Erdogan yang kini menjadi Presiden Turki (setelah sebelumnya 11 tahun menjadi Perdana Menteri Turki) mengadakan kunjungan kenegaraan bersejarah ke Sudan.

Di sela-sela kunjungan resmi kenegaraan itu, Presiden Erdogan menyempatkan waktu untuk secara khusus mengunjungi dan bertemu ‘Sang Guru’ Syeikh Dr. Alfatih Ali Hasanain yang dulu optimistis dan mendoakan Erdogan akan menjadi Pemimpin Turki saat Erdogan dipenjara pada 12 Desember 1997 selama 4 bulan gara-gara membaca puisi Islami.

Kini, Erdogan bukan saja menjadi Pemimpin Turki tapi juga menjadi Pemimpin Dunia Islam (OKI).

Sumber: sawaleif.com

 

PILIHAN REDAKSI