Lindungi keluarga Anda dari video tak senonoh bocah mesum yang sedang viral

JAKARTA (UMMAT Pos) — Penegak hukum dituntut segera membongkar jaringan sindikat kejahatan seksual daring yang membuat, memproduksi dan menyebarkan konten video pornografi anak yang kini tengah viral.

Video bermuatan konten eksplotasi tersebut merupakan kejahatan yang menyerang sistemik otak anak Indonesia.

“Badan Siber Nasional dan Sandi Nasional (BSSN) harus segera melakukan blokir terhadap penyebaran video tersebut dan memusnahkannya,” tegas koordinator ECPAT Indonesia Ahmad Sofian, Sabtu (6/1).

ECPAT merupakan singkatan dari End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes. Lembaga ini fokus pada pornografi anak.

Ahmad menilai, ada keterlibatan sindikat industri seks yang ingin mempromosikan hubungan seksual antara anak-anak dengan orang dewasa. Karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah sistematis membongkar jaringan ini termasuk para penikmat atau konsumen seks anak. ECPAT juga menduga ada keterlibatan jaringan pedofil internasional.

“ECPAT Indonesia sangat prihatin dengan menyebarnya video ini secara meluas di masyarakat. ECPAT juga sangat prihatin jika video ini ditonton oleh anak-anak, karena dapat merusak kondisi psikologis mereka dan cenderung akan meniru apa yang mereka lihat didalam video ini,” kata Ahmad menjelaskan.

Karena itu, dia mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial untuk segera menemukan anak-anak korban pornografi tersebut. Kemudian, melakukan langkah-langkah pemulihan psikologis, rehabilitasi sosial dan juga kesehatan anak-anak tersebut, untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar lagi terhadap para korban tersebut.

Begitu juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dia mendesak agar segera melakukan edukasi kepada anak-anak di Indonesia tentang bahaya mengakses konten pornografi dan langkah-langkah untuk mencegah menyaksikan konten pornografi.

Dalam satu minggu ini publik dikejutkan oleh beredarnya video pornografi anak, yang diperankan oleh anak laki-laki yang diduga berusia sekitar 10-12 tahun, dengan seorang perempuan dewasa. Video direkam menggunakan sebuah kamera professional di sebuah kamar menyerupai kamar sebuah hotel. Dari video-video yang sudah beredar di dunia maya terindikasi ada 3 anak laki-laki yang menjadi korban.

Sumber: Republika

PILIHAN REDAKSI