Terinspirasi dari hadis Nabi, Ilmuwan Ini Temukan Pembasmi Sel Kanker pada Air Seni Unta

JAKARTA (UMMAT Pos) —  Viral di media sosial ketika Ustaz Bachtiar Nasir memosting video tengah minum air kencing unta. Benarkah air seni/ kencing hewan yang hidup di gurun ini banyak memberikan manfaat kesehatan, terutama mematikan sel kanker?

lmuwan Saudi yang juga staf di King Abdul Aziz University (KAAU) Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid menemukan bahwa partikel nano dalam air seni hewan unta dapat melawan sel kanker dengan baik.

Penelitiannya diawali dengan eksperimen menggunakan air seni unta, sel kanker yang ada di organ paru-paru seorang pasien, serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukimia dan air seni unta.

Pada laman baitulmaqdis.com disebutkan, riset dilakukan Faten dengan menggunakan air kencing unta, sel kanker yang diambil dari paru-paru pasien serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukimia dan air kencing unta. Hasilnya, Faten menemukan partikel nano dalam air kencing unta dapat melawan sel kanker dengan baik

Berbicara kepada Saudi Gaette, Dr. Khorshid mengatakan, ia terinspirasi oleh saran pengobatan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa air seni unta mengandung zat alami yang bisa membasmi sel berbahaya, serta menjaga sel-sel sehat pada pasien pengidap kanker.

“Pengobatan ini bukan sebuah penemuan baru, melainkan diambil dari warisan peninggalan Nabi kita. Rasulullah menyuruh untuk mencampur susu unta dengan air seninya, kemudian diminum. Setelah itu mereka pun sembuh. Perut yang bengkak mengindikasikan kemungkinan adanya edema, penyakit liver, atau kanker,” tutur Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd itu, Senin (08/01/2018).

Menurut hasil studinya yang telah diterbitkan perihal masalah tersebut, uji klinis yang dilakukan timnya terhadap pasien menunjukkan bahwa obat (dalam bentuk kapsul dan sirup) yang diberikan, tidak memberikan efek samping yang berbahaya.

Pada kasus seorang pasien relawan pengidap kanker paru-paru, obat yang diberikan mampu memperkecil ukuran tumor hingga setengahnya hanya dalam waktu satu bulan. Sang pasien dan beberapa orang lain yang sama, penyakitnya sekarang ini masih dalam perawatan.

Dengan memperhatikan saran yang ditemukan dalam hadits tersebut, Dr Khorshid mengombinasikan sejumlah susu dan air seni unta untuk membuat obatnya dan fokus pada beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker paru-paru, kanker darah, kanker perut, kanker usus besar, tumor otak, dan kanker payudara.

Ia menyarankan seluruh pasien relawan untuk menggunakan susu dan air seni unta segar. Keduanya diminum secara terpisah dalam jangka waktu tertentu, dan kemudian digabung.

Penyakit lain yang diteliti meliputi vitiligo (kurangnya zat warna pada sejumlah tempat di kulit), eksim, dan psoriasis (penyakit autoimune yang mempengaruhi kulit dan persendian).

Namun, Dr. Khorshid hanya akan memberikan resep pengobatan itu kepada pasien di luar pasien relawan, jika perusahaan farmasi sudah memiliki izin untuk obat tersebut. Sekarang ini obatnya masih dalam proses pengujian.

Namun Badan Kesehatan PBB, WHO melarang air seni unta karena khawatir ada infeksi dengan MERS-CoV dapat menyebabkan penyakit parah yang mengakibatkan tingginya angka kematian. Manusia terinfeksi MERS-CoV karena kontak langsung atau tidak langsung dengan unta dromedari (unta asal Arab Saudi),” tulis WHO dalam keterangan resminya.

“Masyarakat harus menghindari minum susu unta mentah atau air seni unta, atau makan daging yang belum dimasak dengan benar,” tegas WHO. (fm/cnn/netral)

PILIHAN REDAKSI