Otoritas Arab Saudi Selidiki Video Pernikahan Gay yang Viral

RIYADH (UMMAT Pos) — Otoritas Arab Saudi melakukan penyelidikan tentang sebuah video pernikahan sesama jenis yang menjadi viral baru-baru ini. Sebelumnya, warga Arab Saudi digegerkan dengan tersebarnya video pernikahan sepasang laki-laki melalui Twitter.

Menurut kepolisian Makkah, adegan itu diabadikan pada Jumat (05/01) dalam suatu acara di tempat penginapan Kota Makkah. Kejadian itu, menurut polisi, mengejutkan tamu-tamu di sana.

Situs berita al-Marsd, melaporkan pesta pernikahan sesama jenis itu digelar di wilayah Aradiyat, dekat kota suci Makkah pada pekan lalu.

Hasilnya, pada Senin malam (08/01), kepolisian Mekah menyatakan telah mengidentifikasi “para pemakai busana perempuan dan orang lain yang terlibat dalam insiden itu”, bahkan menahan semua orang yang terlibat dalam pesta.

Mereka telah ditahan dan kasus tersebut sudah dialihkan ke jaksa, tambah kepolisian.

Sebagaimana diwartakan The New Arab, Rabu (10/1/2018), seorang pejabat dari Aradiyat, Ali bin Youssef al-Sharif, meminta pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut. Tak lupa, ia menekankan pentingnya berpegang pada prinsip-prinsip agama, moral yang baik dan nilai-nilai kebajikan dari negara.

Video pernikahan yang diambil di dekat kota suci Makkah itu telah memicu kemarahan publik. Selain memicu kemarahan, video ini juga masih menimbulkan perdebatan. Pasalnya, sebagian warganet menilai jika cuplikan klip tersebut adalah palsu dan hanya merupakan bagian dari lelucon.

Dalam keterangan tertulisnya kepada Ummat Pos, seorang Pegiat Media setempat, Mohammed Al Sulamy mengungkapkan bahwa
Video ini menjadi viral di kalangan kelompok pendukung gay yang senang dan ingin memanfaatkan video tersebut untuk kampanye mereka.

Tetapi kampanye itu dinilai lemah, karena menurutnya struktur hukum dan kultur masyarakat Saudi diketahui tidak memungkinkan untuk ini.

Hukum positif Saudi menerapkan hukuman mati bagi pelaku hubungan sejenis, dan masyarakatnya pun sangat antipati.

“Jika pun itu benar acara gay, maka kemungkinannya adalah mereka sekadar kumpul di villa atau peristirahatan yang tertutup, sesama mereka saja. Yang jelas mustahil itu pernikahan resmi karena Saudi sangat tidak mendukung untuk itu,” ujar Manajer sebuah Kantor produksi Televisi lokal di Jeddah ini.

Hubungan sesama jenis dianggap sebagai aktivitas ilegal yang pantas dikenai hukuman di negeri kaya minyak itu. Hukuman bagi para pelakunya yakni mulai dari dicambuk, dipenjara dan bahkan hukuman mati. Pada 2005, dua orang pria yang menjalin hubungan terlarang telah diganjar hukuman mati. (fm)

PILIHAN REDAKSI