Kunjungi India, Netanyahu kecewa negara ini tolak akui Yerusalem ibu kota Israel

NEW DELHI (UMMAT Pos) — Meski menyatakan “kecewa” dengan penolakan India untuk ikut mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negaranya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak membiarkan masalah itu merusak lawatan bersejarahnya ke raksasa Asia itu.

“Tentu saya kecewa tapi saya pikir kunjungan ini adalah bukti dari fakta bahwa hubungan kami bergerak di banyak bidang,” kata Netanyahu kepada kelompok media India Today yang mewawancarainya pada Senin, (15/01/2018).

Kedatangan Perdana Menteri Israel ini disambut dengan aksi demonstrasi oleh warga Muslim India. Mereka menolak kedatangan Netanyahu ke negara itu. Dalam aksinya, para demonstran membakar patung-patung yang terpampang gambar Netanyahu. Aksi protes anti Israel juga diadakan di sekitar 1.000 desa di India seperti dikuutip dari Sputniknews.

Netanyahu mengatakan bahwa dia memiliki “hubungan khusus” dengan timpalannya Narendra Modi. Perdana menteri Israel itu tiba pada Ahad didampingi delegasi bisnis terbesar yang pernah dia bawa dalam lawatan luar negeri.

Namun kunjungan itu dibayangi oleh bergabungnya India dan 100 negara lain dalam pemungutan suara di PBB bulan lalu untuk mengutuk pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menjelang kunjungan itu, India juga membatalkan kesepakatan pembelian rudal anti-tank senilai 500 juta dolar AS dengan Israel.

Israel mengekspor rata-rata satu miliar dolar AS perlengkapan militer tiap tahun ke India, namun Modi ingin mengakhiri status India sebagai pengimpor alat pertahanan terbesar dunia.

Netanyahu juga berikrar bahwa Israel akan “mengejar” pembunuh pasangan Yahudi yang tewas dalam serangan 2008 di Mumbai, yang putranya mendampingi dia dalam lawatan enam harinya di India.

Netanyahu adalah pemimpin Israel pertama yang mengunjungi India dalam 15 tahun. Bersama istrinya Sara dia disambut di bandara New Delhi oleh Modi, yang membuat sejarah dengan menjadi pemimpin pertama India yang mengunjungi Israel pada Juli, demikian menurut siaran kantor berita AFP.(fm)

PILIHAN REDAKSI