Ongkos Biaya Naik Haji Siap Dikerek Lagi, Ini Alasan Kemenag

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini telah mengusulkan agar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1439H/2018M naik sebesar Rp900.000. Kenaikan BPIH dipengaruhi beberapa faktor terutama keputusan Arab Saudi untuk menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 5%.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyebut ada tiga alasan penyebab kenaikan ongkos haji tersebut.

“Menurut perhitungan kami, karena ada tiga hal yang menyebabkan kenaikan dana haji. Yang pertama, biaya avtur sebagai bahan bakar pesawat ada kecenderungan naik dari kondisi tahun lalu,” ungkap Lukman, saat berada di Wisma Perdamaian (Wisper) Semarang, Rabu (24/1).

Selanjutnya, kenaikan ongkos haji juga disebabkan adanya kebijakan dari Kerajaan Arab Saudi yang menetapkan besaran pajak operasional selama musim ibadah haji sebesar 5 persen. Penetapan pajak haji itu meliputi biaya akomodasi makan para jemaah, ongkos transportasi sampai penginapan di hotel.

Faktor terakhir yang memengaruhi naiknya dana haji yaitu berkaitan penambahan layanan makanan di Makkah dari 20 kali, untuk tahun ini menjadi 50 kali makan. “Maka pemerintah sedang menyusun rancangan dana haji dan kemarin baru masuk pembahasan awal bersama anggota DPR RI. Kami belum tahu besaran dana haji nanti naik berapa banyak. Tetapi sudah ada usulan kenaikan Rp 900 ribu dibanding tahun lalu atau sebesar 2,58 persen,” paparnya.

Dia menjelaskan, usulan tersebut masih terus dibahas bersama DPR. Pemerintah bersama DPR sepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) pembahasan BPIH.

Lukman juga berharap masyarakat nantinya bisa memahami dengan adanya kenaikan ongkos biaya haji ini. Karena kenaikan itu juga untuk kepentingan jamaah itu sendiri.

“‎Kenaikan ini saya pikir masyarakat bisa memahami, kecuali kenaikan tidak bisa dijelaskan karena alasan apa,” pungkasnya.[fm]