Habib Rizieq berharap kasusnya sudah selesai sebelum tiba di Indonesia

JAKARTA (UMMAT Pos) — Kabar mengenai rencana kepulangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab kembali mengemuka. Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ini bahkan disebut-sebut akan kembali ke tanah air pada 21 Februari mendatang.

Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, mengatakan, Habib Rizieq direncanakan sudah tiba di Jakarta pada tanggal tersebut. Menurutnya, kepulangan Habib Rizieq adalah keinginan Rizieq sendiri untuk pulang ke Tanah Air.

“Kepulangan itu keinginan beliau dan kolektif. Tidak ada urusannya dengan kasus hukum beliau. Ini kepulangan seorang warga negara umumnya, bedanya kepulangan ini dirindukan banyak orang,” kata Kapitra, Sabtu (27/1).

Kapitra mengakui ia telah melakukan komunikasi dengan Habib Rizieq yang saat ini masih berada di luar negeri. Ia mengatakan, Habib Rizieq akan pulang ke Tanah Air. Kalau pun kasus hukum yang tengah dihadapinya belum selesai. Habib Rizieq dituduh terlibat dalam kasus dugaan chat pornografi di situs baladacintarizieq.

Kendati demikian, dia mengatakan, Habib Rizieq berharap kasusnya sudah selesai sebelum ia tiba di Indonesia. Hal itu, menurutnya, agar tidak muncul kegaduhan baru. Kapitra mengatakan, kasus yang dihadapi Habib Rizieq bisa saja selesai sebelum ia pulang. Karena berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kasusnya telah masuk dan berjalan di pengadilan.

“Insyaallah akan pulang walaupun kasusnya belum selesai. Insyaallah karena beliau punya azzam. Kepulangan itu masalah lain dan soal status juga masalah lain,” tambahnya.

Sementara itu, ia menambahkan bahwa umat Islam tentunya memiliki keinginan untuk menyambut Habib Rizieq secara langsung saat kepulangannya nanti. Ia mengatakan, pihaknya akan mencoba mengakomodasi dan sekaligus mengendalikan agar tidak ada kepentingan pihak lain yang terganggu. “Namun nanti akan dibicarakan dulu dengan pihak yang berwenang,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin menanggapi soal rencana kepulangan Habib Rizieq mengatakan bahwa tanggal kepulangan itu baru kemungkinan besar.

Dia mengatakan Habib Rizieq mungkin pulang dengan catatan, menurutnya, jika kondisi hukum di Indonesia telah dinilai benar dan meyakinkan untuk kepulangannya. “Insha Allah beliau akan pulang secepatnya apabila kondisi hukum di Indonesia sudah benar. Sehingga permasalahan rekayasa jerat hukum bisa dilepaskan atau ada SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan),” kata Novel, seperti dilansir laman Republika, Sabtu (27/1).

Novel mengatakan, Habib Rizieq selalu ingin pulang. Karena ia memiliki tugas untuk menyampaikan dakwah di Indonesia.

Karena itulah, Novel mengatakan saat kepulangan nanti situasi harus diyakinkan aman dengan jaminan pihak kepolisian yang paling berwenang. Di samping itu, adanya jaminan untuk Habib Rizieq agar diberikan SP3 demi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kalau masih belum ada SP3, Habib Riziq tetap di Saudi. Karena beliau tidak mau ada kerusuhan atau ada kegaduhan di negeri ini. Dan itulah beliau sudah satu tahun berada di sana guna meredam pecinta beliau agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.[fm]

PILIHAN REDAKSI