Becak di Jalanan Ibu Kota Baiknya Dibuat Seperti Ini

JAKARTA (UMMAT Pos) — Beragam pandangan dari sejumlah kalangan khususnya pengamat transportasi disampaikan terkait ide Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin memberikan ruang untuk becak di Jakarta.

Salah seorang pengamat transportasi yang juga Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan berpendapat kalau becak sebaiknya menjadi angkutan wisata tinimbang moda transportasi di jalanan ibu kota.

“Becak yang paling baik adalah jadi angkutan wisata. Jadi, wisatawan naik becak keliling lokasi wisata gratis,” ujar Tigor melalui pesan elektroniknya, Selasa.

Para pengemudi becak, kata dia, mendapatkan gaji dari pemerintah provinsi atau pengelola kawasan wisata sesuai upah minimum regional (UMR) DKI Jakarta.

Menurut Tigor, cara ini bisa solusi mengatasi persaingan para pengemudi becak dengan pengemudi angkutan online dan moda lainnya untukjarak pendek.

“Gaji setidaknya UMR. Kalau jadi angkutan jarak pendek pun kasihan tukang becaknya. Pasti mereka sulit bersaing dengan angkutan online, ojek pangkalan dan odong-odong,” tutur Tigor.

Sebelum itu, dia menyarankan pemerintah merevisi regulasi salah satunya mengakui becak sebagai angkutan.

“Regulasinya direvisi dulu. Becaknya diperbaiki dan dibuat menarik,” kata dia.

Tigor menuturkan, beberapa tahun lalu di Ancol, becak pernah menjadi alat transportasi wisata. Di Yogyakarta hal serupa bahkan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.

Pemandangan yang sama, sambung dia, juga terlihat di depan Gedung Capitol Amerika Serikat, Paris, Belanda dan Malaysia.

“Beberapa waktu lalu juga saya melihat becak sebagai alat wisata di kota Paris. Belanda juga mengimpor becak dari Indonesia untuk dijadikan alat transportasi wisata. Dua tahun lalu saya pernah naik becak keliling wisata kota tua Malaka di Malaysia,” pungkasnya. (fm)

PILIHAN REDAKSI