Sudirman Said, calon Gubernur dengan segudang pengalaman di private sektor, korporasi dan pemerintahan

SEMARANG (UMMAT Pos) — Sama seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said juga diusung Partai Gerindra dan PKS. Sudirman diberi kesempatan maju di Pilgub Jawa Tengah, bertarung dengan calon incumbent sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Berpasangan dengan Ketua Fraksi PKB, Ida Fauziyah, dan turut pula didukung PAN, kesempatan masuk dalam politik praktis tak disia-siakan begitu saja.Tawaran itu pun diterimanya. Bagi dirinya ini merupakan mandat yang harus dijalani.

Segudang pengalaman pernah diemban. Mulai dari menjabat direktur utama di perusahaan BUMN, mantan menteri hingga membantu Anies-Sandiaga sebagai tim sinkronisasi di Pilgub DKI. Segala hal itu menjadikan dirinya perlahan paham dan terbiasa berkomunikasi dengan para petinggi partai.

Pria asal Brebes, Jawa Tengah, ini juga merasa kesempatan ini sebagai panggilan. Setelah banyak dorongan dan pandangan dari banyak pihak memintanya maju.

Kemiskinan dan kesejahteraan menjadi paling disorot. Khususnya di wilayah Jawa Tengah. Dia merasa banyak keganjilan peran pemerintah dalam mengatasi dua masalah itu.

“Saya menyebutnya ruang perbaikan, saya tidak ingin menyorot siapa pun. Jadi semua orang bicara soal kemiskinan yang cukup akut,” katanya, Rabu, pertengahan januari lalu di Jakarta.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait soal pemerataan pembangunan, Sudirman menjelaskan bahwa daerah selatan Jawa Tengah perlu mendapatkan perhatian.

Menurutnya Jawa itu merupakan pulau paling maju, paling subur sehingga persoalan kemiskinan lebih dimungkinkan untuk dapat di atasi dengan cepat. Jadi infrastruktur, meratanya pembangunan dari utara dan selatan.

“Yang jelas daerah selatan itu relatif tertinggal, jalan-jalan di selatan itu banyak yang rusak mungkin karena jauh dari pusat pemerintahan,” ungkapnya seperti dilansir merdeka.com.

Terkait soal kesempatan kerja, Sudirman juga menyinggung soal angka pengangguran yang menurutnya cukup tinggi. “Kita harus dorong supaya proses penciptaan lapangan kerja ini lebih cepat dan lebih banyak dan yang lain-lain industri pariwisata kita punya yang potensial sekali. Kreatif, batik ada di mana-mana dan batiknya coraknya macam-macam, pusatnya di Jawa Tengah,”ujarnya.

Di Solo, tambahnya berbeda dengan di Lasem, Lasem berbeda dengan Pekalongan, daerah Banyumas. “Jadi ini hal-hal yang tadi saya sebut ruang perbaikan untuk dilakukan perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.

Berikut profil singkat Sudirman Said:

Tempat dan Tanggal Lahir:
Brebes, Jawa Timur, 6 April 1963

Pendidikan:
-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
-Master of Business Administration, Majoring in Human Resources Management and Organizational Behavior & Development di George Washington University, Washington DC, USA

Jabatan:
-Ketua Badan Pelaksana Masyarakat Transparansi Indonesia
-Direktur Utama PT Pindad
-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral [fm/merdeka]