Warga galang bantuan bagi Ponpes Wahdah Islamiyah yang terkepung banjir

MAKASSAR (UMMAT Pos) — Santri pondok pesantren Wahdah Islamiyah yang terisolir karena banjir setinggi paha orang dewasa itu mulai mendapatkan bantuan kebutuhan pokok dari warga Makassar.

“Ini adalah gerakan spontan yang kami lakukan sejak tadi saat informasi banjir ini menyebar ke berbagai grup WhatsApp, kita langsung melakukan pengumpulan donasi dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar warga Makassar Erwin, Sabtu.

Ia mengatakan, bantuan dari sejumlah warga dan berbagai pihak lainnya itu diantarkan setelah bantuan terkumpul dalam jumlah yang cukup.

Bantuan yang mengalir dari warga seperti bahan makanan, mie instan, sarung dan selimut serta lainnya kemudian diantarkan langsung ke lokasi banjir di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.

“Informasi beredar di grup-grup whatsapp setelah memastikan lokasi kami langsung bergerak dan menyerahkan sejumlah logistik keperluan mendasar bagi santri, adapun sumbangan yang kami berikan merupakan hasil dari sumbangan para relawan yang tergabung,” tuturnya.

Bukan cuma kebutuhan pokok lainnya, bantuan berupa penyiagaan dua perahu karet dari PT Bosowa untuk keperluan aktivitas para santri itu diserahkan oleh tim pemenangan tersebut.

Sebelumnya Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah, di Tamangapa, Manggala, Kota Makassar, dikepung banjir, sejak pagi. Akibat bencana banjir itu, beberapa bangunan pesantren terendam banjir.

Salah satu pengasuh pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah, Munawir Muchtar (34) mengaku, sekarang air sudah mulai surut, sejak pagi pukul 10.00 Wita.

“Alhamdulillah mulai surut airnya pak, dari pagi tadi. Tapi kadang-kadang juga karena kalau hujan bisa naik lagi banjir di sini,” kata Munawir.

Berdasarkan pantauan beberapa bangunan yang terlihat digenangi air, di antaranya asrama santri, masjid, ruang kelas belajar, dan bangunan lainnya.(fm)

PILIHAN REDAKSI