Saudi setujui serahkan pengelolaan masjid terbesar di Belgia

BRUSSELS (UMMAT Pos) — Pemerintah Arab Saudi setuju menyerahkan pengelolaan masjid terbesar di Belgia yang juga merupakan pusat Islam dan Kebudayaan di kawasan Cinquantenaire Park.

Masjid ini merupakan institusi keagamaan terkemuka yang memegang peran penting di dalam komunitas Islam dan juga perannya sebagai jembatan diplomatik antara kerajaan Saudi dan Belgia.

Otoritas setempat ingin memutuskan kaitan Saudi dengan masjid yang berada di dekat markas besar Uni Eropa di Brussels itu atas keprihatinan menjadi bibit dakwah untuk mempromosikan radikalisme.

Para imam masjid ini sendiri telah membantah mengajarkan pemahaman radikalisme, namun Eropa mengaku khawatir dengan adanya aksi-aksi yang mereka klaim hampir semuanya dirancang di Brussels, seperti kejadian-kejadian yang menewaskan 130 orang di Paris pada 2015 dan 32 orang di ibu kota Belgia itu pada 2016.

Kesediaan Saudi menerima desakan Belgia itu menunjukkan kesiapsediaan negeri kerajaan itu dalam mempromosikan Islam yang lebih moderat yang sudah dijanjikan oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman yang berusaha mereformasi Saudi untuk mengurangi ketergantungan kepada minyak.

Kesepakatan yang dicapai bulan lalu itu bertepatan dengan prakarsa baru Saudi yang mengakhiri dukungan kepada masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama di seluruh dunia yang dianggap oleh sebagian kalangan berpotensi menyebarluaskan pemikiran-pemikiran radikal.

Sebelumnya, pemerintah Belgia telah memberikan hak mengelola Masjid Jami Brussels kepada Riyadh sejak 1969 yang membuka akses bagi para imam dari Saudi dengan warga dan komunitas imigran muslim di negara ini.

Pada tahun 1967, Raja Baudouin meminjamkan bangunan tersebut kepada Raja Faisal ibn Abd al-Aziz dari Arab Saudi dengan kontrak bebas sewa 99 tahun, dalam sebuah kunjungan resmi ke Belgia sebagai bagian dari negosiasi untuk mendapatkan kontrak minyak.[fm/reuters/dailymail/antaranews]

 

PILIHAN REDAKSI