Menlu Kuwait Kecam Langkah Duterte Evakuasi Warganya

KUWAIT (UMMAT Pos) — Menteri Luar Negeri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid al-Sabah mengecam seruan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengevakuasi para pekerja negaranya dari Kuwait pada Selasa, (13/2/2018).

Al-Sabah mengingatkan  sikap Duterte dapat merusak hubungan antara kedua negara tersebut.

Sebelumnya, pekan lalu Duterte mengatakan bahwa pemerintahnya akan meminta maskapai swasta untuk mengevakuasi warga Filipina dari Kuwait dalam waktu 72 jam, setelah penemuan jasad seorang pekerja migran Filipina di sebuah alat pendingin.

Dua pesawat yang penuh pekerja tiba di Manila dari Kuwait pada Senin dengan penerbangan-penerbangan yang disediakan gratis oleh maskapai-maskapai komersil atas permintaan presiden.

Menteri tenaga kerja Filipina pada Ahad mengatakan lebih 2.200 warga Filipina siap menyambut tawaran Duterte.

“Kami terkejut dan kami mengecam pernyataan-pernyataan dari presiden Filipina, khususnya kami menjalin kontak dengan Filipina di tingkat tinggi untuk menjelaskan kondisi para pekerja di Kuwait,” kata Menlu Sheikh Sabah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam jumpa pers saat bersama dengan Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson dalam pertemuan di Kuwait menyangkut koalisi global melawan IS.

“Eskalasi bukan merupakan hubungan Kuwait dan Filipina,” kata Sheikh Sabah, sambil menambahkan bahwa 170.000 warga Filipina “hidup layak di Kuwait … tetapi kecelakaan-kecelakaan terpisah sayangnya terjadi, dan kami memberikan mitra-mitra Filipina hasil-hasil investigasi.”

Filipina menangguhkan pengiriman pekerja ke Kuwait pada Januari setelah laporan-laporan bahwa perlakuan tak manusiawi oleh majikan telah mendorong beberapa orang bunuh diri.(fm)