Beredar Video Umrah Sambil Baca Pancasila, Begini Tanggapan MUI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menanggapi viralnya video pembimbing umrah yang viral di media sosial baru-baru ini. Pasalnya, saat melaksanakan sai, pembimbing umrah tersebut menuntun jamaahnya sambil mendeklarasikan Pancasila.

KH Cholil lebih lanjut mengatakan, memang dalam pelaksanaan sa’i itu tidak ada bacaan-bacaan khusus yang menjadi syarat sahnya umrah. Namun, kata dia, pembacaan Pancasila itu tidak sesuai dengan filosofi sa’i, yang mana untuk meneladani kisah perjuangan Siti Hajar.

“Tapi, kalau deklarasi Pancasila sebenarnya kurang tepat dalam doa, dalam ibadah melakukan deklarasi,” ujar KH Cholil, Selasa (13/2).

Menurut KH Cholil, seharusnya pembimbing jamaah tersebut membimbing jamaahnya untuk membaca doa-doa yang ma’tsurat dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau doa dari Nabi Ibrahim.

“Meskipun itu (deklarasi Pancasila) tidak membatalkan umrah, cuma kurang afdal, kurang etika kalau dalam bahasa kita. Di dalam ibadah kok deklarasi Pancasila,” kata KH Cholil.

Dalam video yang diunggah, pembimbing ini menuntun doa saat sai. Namun di tengah doa tersebut, ia menyelipkan ikrar Pancasila Jemaah yang berada di belakangnya pun mengikuti apa yang diucapkan sang pembimbing umrah. Usai Pancasila dibacakan, sang pembimbing kembali melanjutkan doa saat sai.

Dalam laman Facebook-nya, Said Humaidy Aba Nick mengungkapkan, kegiatan tersebut berlangsung pada 10 Februari 2018. Saat itu ia bersama jemaahnya melaksanakan putaran ketiga sai pada waktu umrah kedua.

Mengetahui apa yang dilakukannya menuai berbagai tanggapan terutama tanggapan miring Said Humaidi pun meminta maaf. Lewat akun Facebooknya yaitu Said Humaidi Aba Nick permintaan maafnya pun ditulis dan disampaikan kepada nitizen terutama masyarakat yang beragama Islam.

“Itu murni kekhilafan saya, tidak ada maksud menghina Pancasila apalagi agama, tidak ada rasa riya’, cari sensasi apalagi sombong. Ini murni pengalaman spritual pribadi saya yang secara ikut tampil di majelis publik”, kata Said Humaidi.

Lebih lanjut dia mengatakan, permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dengan beredarnya vidio tersebut. Dia juga mengharapkan untuk tidak menyebarkan lagi vidio tersebut.

“Yang masih menyimpan gk usah disebarkan, kalau kurang berkenan silakan dihapus saja”, pintanya.[fm/ihram/kanal_indonesia]