Tumbuhkan Pelaku Ritel Kecil, 212 Mart Segera Hadir di Aceh

BANDA ACEH (UMMAT Pos) — Koperasi Syariah (Kopsyah) 212 Banda Aceh membentuk unit usaha 212 Mart pertama di Aceh, tepatnya di Jalan Mata Ie, Lam Bheu, Darul Imarah, Keutapang, Aceh Besar, yang akan diluncurkan pada 21 Februari mendatang.

Pembentukan 212 Mart ini guna mendorong pemerataan pendapatan ekonomi umat, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

Informasi ini disampaikan Ketua Komunitas Kopsyah 212 Banda Aceh, Ustaz Gamal Achyar Lc MSh saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar- Banda Aceh, Rabu (14/2).

Mengutip Serambi Indonesia, Ustaz Gamal mengatakan bahwa keberadaan Kopsyah 212 ini sangat penting untuk merangkum seluruh potensi umat. Kehadiran komunitas ini juga dilatarbelakangi dengan momentum berkumpulnya jamaah di Monas pada 2016 lalu.

“Dengan momentum tersebut sebenarnya kita mempunyai potensi umat Islam yang terbesar, sehingga dibentuklah Kopsyah dengan tujuan untuk membangun ekonomi umat yang besar, kuat, profesional dan terpercaya,” ujarnya. Ia menjelaskan 212 Mart yang merupakan unit usaha Kopsyah ini menjual produk-produk UMKM, serta yang mempunyai label MUI.

Ustaz Gamal menambahkan 212 Mart juga dapat dimiliki oleh kaum muslimin dengan cara menjadi investor. “Syarat untuk menjadi investor 212 Mart Banda Aceh, yaitu muslim, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, mengisi form komitmen investasi Mart Banda Aceh, dan melampirkan foto copy KTP,” sebut Ustaz Gamal.

Selanjutnya, kata Ustaz Gamal, melakukan penyetoran dana investasi 212 Mart Banda Aceh, setelah melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan admin komunitas KS212 Aceh atas nama Irwan (085260379419).

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Hareukat Berkah Tamita, Ichsan Azmi menambahkan Kopsyah 212 Banda Aceh merupakan komunitas legal yang mempunyai payung hukum di bawah PT Hareukat Berkah Tamita, dan setiap kegiatannya juga diketahui oleh Kopsyah Pusat.

“Kita lempar saham ke publik minimal Rp 100 ribu agar 212 Mart ini dapat dimiliki oleh semua umat Islam dari berbagai kalangan,” kata Ichsan Azmi.

Sedangkan investasi maksimal Rp 5 juta. “Kemudian investor berhak mendapatkan pembagian deviden dari laba perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ustaz Gamal. (fm/si/tr)